Terdakwa Nova Zein (paling kanan) harus duduk di kursi pesakitan PN Medan, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil mewah yang menjeratnya/pk

Onlinesumut-MEDAN : Ade Nova Fauzia Zein alias Nova Zein, terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan puluhan mobil mewah, tidak menerima semua keterangan dari saksi saat dihadirkan pada persidangan lanjutan yang digelar di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (24/05/2018).

Nova Zein pun tampak beberapa kali menyeka air mata di wajahnya sesaat setelah saksi pertama bernama Billy Panca yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emmy dan Sabarita memberikan keterangan di depan majelis hakim. Dan saat ditanyakan hakim terkait kebenaran keterangan saksi atas kasus tersebut, Nova membantah telah menjual semua Mobil mewah para korban.

“Saya tidak menjual mobil para korban. Dan semua keterangan saksi tidak benar,” bantah Nova dihadapan Majelis Hakim.

Namun apa yang disampaikan Nova kepada majelis hakim, dibantah oleh para saksi. Dan saksi (Billy Panca Brata) juga menerangkan kalau dirinya tidak pernah sekalipun ke kantor Nova.

Dan Billy juga mengaku kalau mobilnya telah dijual oleh anggota lapangan Nova Zein yang bernama Andi.

“Mobil saya dijual oleh anggota Nova yang bernama Andi,” tegas saksi dihadapan majelis.

Setelah mendengar keterangan dari Billy, hakim lalu menanyakan kepada korban kedua, Said Iskandar yang juga saksi dari kasus Nova. Dirinya menuturkan kalau kerugian yang dialaminya mencapai Rp 200 juta lebih.

“Kerugian yang saya alami senilai Rp200 juta lebih. Dan dalam kontrak, mobil saya ditempatkan di Gunung Melayu Babura namun tidak ada kegiatan di sana. Dalam kontrak hanya 11 bulan dibayar, bulan ke 12 tidak dibayar lagi dan selanjutnya mobil tak nampak lagi,” terangnya di depan majelis hakim.

Kemudian, Saksi korban ketiga, Rahmad Firdaus yang juga Masih ada hubungan saudara dgn Nova Zein di persidangan menuturkan kalau dirinya hanya dibayar selama 10 bulan dari bulan Februari hingga November 2017.

Ironisnya, semua keterangan saksi memberatkan Nova, sebab semua saksi mengatakan kalau Nova telah menipu.

“Saya juga belum pernah ke kantor Nova Zein yang mulia. Dan dari Kontrak 5 tahun yang disepakati, hanya tiga bulan saya terima cek pembayaran dengan nilai sekitar 15 juta per bulan dan Mobil ditempatkan di Aceh Barat,” terangnya.

Terakhir, Saksi Sarifah Fauziah menuturkan di persidangan kalau kontrak selama 5 tahun yang disepakati baru dibayar dua bulan.

“Saya juga belum pernah ke kantor Nova. Kalau mobil saya Inova BK 1450 FL ditempatkan di Sigli. Tapi pembayaran cek 2 bulan saja yakni bulan November dan Desember 2017,” ungkapnya.

Setelah mendengarkan semua keterangan saksi, hakim juga bingung, sebab banyak keganjalan yakni korban tidak pernah ke rumah terdakwa, dan puluhan mobil korban telah dijual terdakwa. OS-jar 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here