Onlinesumut-MEDAN : Guna mempersempit ruang gerak dua buronan atas nama Tony Wijaya dan Mujianto alias Anam, Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Poldasu) akhirnya mengajukan permohonan cekal ke Imigrasi

Permohonan itu dilakukan menyusul status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang sudah dikeluarkan sebelumnya sejak pertengahan April 2018 lalu.

Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian Djajadi mengungkapkan, pengajuan cekal tersebut sudah diajukan pada Senin, 7 Mei 2018.

“Benar, sejak kemarin sudah kita kirim permohonan cekal terhadap Tony Wijaya dan Mujianto ke Dirjen Imigrasi” ucap Andi Rian kepada Onlinesumut, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, langkah itu dilakukan setelah keduanya juga dinilai tak menunjukkan sikap kooperatif atas kasus tindak pidana yang kini membelit mereka.

“Tersangka Tony Wijaya terjerat kasus penyewaan lahan ilegal dan pelanggaran ketentuan Tata Ruang. Kini statusnya sudah menjadi calon terdakwa karena di kejaksaan berkasnya juga sudah P-21 (dinyatakan lengkap)” urainya.

Begitu juga dengan terdakwa Mujianto yang terjerat kasus dugaan penipuan terhadap korban Armen Lubis.

“Untuk Mujianto yang sebelumnya juga sudah masuk dalam DPO, kemarin Senin 7 Mei 2018, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara juga sudah menerbitkan P-21 nya. Sama juga calon terdakwa yang belum diserahkan ke JPU karena melarikan diri” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 19 April 2018 lalu, Bos PT Cemara Asri Group, Mujianto akhirnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), setelah dinilai tidak kooperatif untuk memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Poldasu.

“Mujianto resmi jadi DPO, dan tadi  saya tandatangani DPO nya,” ucap Andi Rian di sela-sela kegiatan bersama Kapolri dan Panglima TNI di Santika Dyandra Hotel, Medan, Kamis (19/4/2018).

Pertimbangan polisi menetapkan Mujianto sebagai DPO, lanjut Andi, lantaran Ketua Yayasan Budha Tzu Chi Sumatera Utara itu sudah dua kali mangkir alias tidak mengindahkan dua kali panggilan penyidik, hingga akhirnya juga sudah dilakukan pemanggilan paksa.

Polisi pun memastikan bahwa sang konglomerat kini sudah kabur ke luar negeri.

“Kita lakukan pemeriksaan ke beberapa lokasi yang kita anggap rumahnya dan dia juga tidak ada. Setelah itu kita koordinasi dengan beberapa instansi samping, akhirnya diketahui Mujianto sudah ke Singapore,” beber Andi.

Untuk diketahui, Mujianto pengusaha property ini, dijadikan sebagai tersangka berdasarkan laporan Armen Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017. Akibatnya korban mengaku menderita kerugian material sebesar Rp 3,5 milliar. OS-jar

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here