Onlinesumut-MEDAN : Hanya dalam tempo 1×24 jam, tim gabungan Subdit III/Jahtanras Ditreskrim Poldasu bersama Satreskrim Polres Serdangbedagai (Sergai), akhirnya berhasil mengungkap tabir pembunuhan Murni Sitorus alias Murni (47), seorang kasir PT Dwi Tunggal Jaya Lestari, yang terjadi Minggu, 6 Mei 2018 lalu di ruko milik perusahaan yang menjadi tempat tinggal korban di Dusun I, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai.

Pelakunya tak lain adalah dua remaja belia RD alias D (17), warga Pantai Cermin, Perbaungan yang tak lain adalah pekerja cleaning service di perusahaan tersebut dan rekannya AM (16) warga Jalan Belidaan, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai.

Ironisnya, keduanya berbuat nekad setelah pasangan pembunuh itu tak mampu membayar tagihan minuman keras (miras) yang mereka konsumsi di sebuah cafe, di Desa Firdaus.

Kisah ini terungkap saat Dirreskrimum Kombes Andi Rian Djajadi memaparkannya di hadapan wartawan di Mapoldasu, Selasa (8/5/2018).

“Kasus ini berawal saat kedua pelaku tidak bisa membayar uang minum di Cafe, lalu mereka meletakkan sepeda motor sebagai jaminan. Dan setelah itu para pelaku mendatangi kantor PT Dwi Tunggal Jaya Lestari dan langsung masuk ke lantai 3 tempat korban tinggal,” ucap Andi Rian.

Setelah itu, lanjut Andi, para pelaku merampok korban untuk menebus sepeda motornya yang sebelumnya ditinggal di cafe tersebut sebagai jaminan. Lantaran korban melawan, para pelaku menusuk korban 2 kali, dibagian perut dan paha.

“Setelah masuk ke dalam, para pelaku mendapatkan korban dan mulai merampok. Mungkin karena korban melawan, akhirnya pelaku menusuk korban dengan menggunakan pisau sebanyak 2 kali di bagian perut dan paha,” beber Andi.

Kedua pelaku pembunuhan sesaat setelah tiba di Bandara Kualanamu setelah ditangkap di Sumatera Barat/ist

Usai membunuh, para pelaku kabur dengan membawa hasil rampasan berupa uang Rp1 juta dan 2 unit ponsel milik korban.

“Kedua tersangka kita tangkap Senin (07/05/2018) di lokasi persembunyiannya di Jalan Barilias Hilir Jr Perdamaian Nagari simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat” terang Andi.

Selain kedua tersangka, petugas turut menyita sejumlah barangbukti dari tangan pelaku berupa ponsel Oppo A57 dan Nokia E63 milik korban, ponsel Andoromax milik tersangka RD, pakaian tersangka pada saat kejadian, sebilah pisau bergagang plastik yang sudah retak, uang Rp1 juta, dan sepeda motor Yamaha Jupiter MX.

Akibat perbuatannya, kini kedua tersangka terancam hukuman seumur hidup, setelah polisi menjerat mereka dengan Pasal 340 subsider 338 KUHPidana. OS-jar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here