Onlinesumut-MEDAN : Pasca merebaknya kabar dugaan penyerangan yang dilakukan sejumlah oknum yang berpakaian seperti seragam TNI ke kantor LBH Medan di Jalan Hindu, Kamis (3/5/2018) malam, Onlinesumut mendapat edaran berisi klarifikasi dari pihak Denpom I/5 Medan.

Adapun isi klarifikasi itu sebagai berikut :

Selamat malam Komandan, mohon ijin melaporkan terkait klarifikasi berita Online Sumut di kantor LBH Medan, Jalan Hindu no 12 Medan, Sumatra Utara pada hari Kamis tanggal 3 Mei 2018 Pkl. 11.00 Wib sbb :

1. Kedatangan Pers Denpom I/5 Medan ke kantor LBH Medan bukan utk melakukan penyerangan melainkan melaksanakan klarifikasi.

2. Kedatangan Pers Denpom I/5 Medan ke Kantor LBH Medan utk melakukan koordinasi dan klarifikasi tentang surat yang dikirimkan oleh Sdr. Aidil Aditya, Sdr. Armada Sihite dan Sdr. Marganda Sitorus.

3. Bahwa surat tersebut meminta penjelasan tentang sejauh mana penanganan kasus kliennya a.n. Sdri. Kelly Purnama Sari dlm kasus Asusila, penganiayaan dan pengrusakan yg tangani oleh penyidik Denpom I/5.

4. Bahwa sebelumnya penanganan kasus tersebut sdh dijelaskan oleh penyidik kepada sdr. Aidil Aditya, Armada Sihite, sdr. Marganda Sitorus bahwa  perkaranya sudah diberkas dan menunggu Barang bukti dr Sdri. Kelly (Pelapor) untuk dikirim ke Oditurat Militer .

5. Bahwa atas penjelasan penyidik tersebut Sdr. Aidil Aditya, Sdr Armada Sihite dan Sdr. Marganda Sitorus kurang yakin dengan penyidik sehingga membuat surat Nomor 065/LBH/PP/IV/2018 ttg tindak lanjut , dan penyelesaian yang berkeadilan secara tertulis yang ditujukan kepada :
a. Pangdam I/BB
b. Danpomdam I/BB
c. Dandenpom I/5 Medan

Dengan tembusan sbb :
a. Presiden RI
b. Menteri Pertahanan RI
c. Menkumham
d. Panglima TNI
e. KASAD
f. Danpuspomad

6. Bahwa dengan surat tersebut sehingga personel Denpom I/5 melakukan koordinasi secara baik baik dan meminta penjelasan tentang surat LBH tersebut serta klarifikasi bukan melakukan penyerangan.

7. Bahwa pada saat Pers Denpom I/5 berada di kantor LBH Medan Jln. Hindu No 12, Medan tidak ada melakukan kekerasan apalagi melakukan pemukulan seperti yang dimuat diberita Online Sumut.

8. Bahwa dari hasil koordinasi dengan Sdr. Armada Sihite terjadi kesepakatan yaitu Sdr. Armada akan berkunjung ke Denpom I/5 bersama dengan kliennya (Sdri. Kelly) pada hari Kamis sore tgl 3 Mei 2018 atau hari Jumat tgl 4 Mei utk meyakinkan bahwa berkas perkara tersebut sdh dikirim ke Otmil I-02 Medan.

9. Hasil kesepakatan dan koordinasi bahwa besok Hari Jumat tgl 4 Mei 2018 sekira pukul 10.00 wib Direktur LBH Medan a.n Bpk Surya Adinata bersama rekan – rekan akan datang ke Madenpom I/5 untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Demikian dilaporkan, mmp

Sementara, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Edi Hartono turut angkat bicara soal insiden dugaan penyerangan oknum TNI ke kantor LBH Medan. Menurut Edi, kedatangan mereka hanya untuk melakukan klarifikasi ihwal surat yang dilayangkan LBH Medan ke Detasemen Polisi Militer.

Edi mengatakan, sebelumnya ada laporan seorang perempuan ke Denpom I/5 Medan tentang dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum prajurit TNI AD. Laporan itu kemudian diproses dengan memanggil oknum yang diduga terlibat.

“Untuk laporan ini kan memerlukan barang bukti dari si pelapor, katanya ada barang bukti HP. Cuma diminta oleh pihak Denpom itu, ini gak dikasih-kasih. Seperti itu, diminta belum dikasihkan (ke Denpom), namun tetap dilakukan pemberkasan,” kata Edi, saat dikonfirmasi, Kamis (3/5/2018) malam.

Edi sendiri mengaku tahu persis kapan perempuan tersebut melapor ke Denpom, karena sejauh ini ia belum mendapat laporan detil soal kasusnya. Namun belakangan, perempuan itu mengadu ke LBH Medan.

“Setelah itu, mungkin LBH membuat surat atau apa, saya juga belum lihat suratnya. Mungkin suratnya itu mengesankan pihak Denpom tidak memproses, atau tidak menindaklanjuti laporan itu. Padahal kita (Denpom) sudah melakukan proses,” bebernya.

Bahkan sebelum 30 April 2018, pemberkasan kasus itu sudah rampung. Edi menilai, surat yang dilayangkan LBH Medan mungkin berisi keberatan kepada Denpom.

“Penyidik POM mendatangi LBH, dengan tujuan awalnya sebenarnya untuk klarifikasi tentang surat tersebut. Mungkin disana ada diskusi atau sebagainyakan, mungkin seperti itu, jadi kesannya seolah-olah menyerang. Padahal intinya mereka itu ingin mengklarifikasi. Makanya yang datang ke sana itu penyidik,” katanya.

Diakui Edi, enam oknum TNI yang datang ke LBH Medan siang tadi. Namun Edi belum bisa memastikannya. Diantara oknum itu ada dua penyidik yang memproses permasalahan itu.

Ketika ditanyakan aksi penyerangan yang diduga dilakukan penyidiki Denpom ke staf LBH Medan, Edi tidak membantah atau membenarkannya. Dia mengaku belum mendapat kabar teraebut. Tapi sekali lagi Edi mengatakan, oknum TNI yang datang ke LBH Medan hanya ingin mengklarifikasi surat LBH Medan.

“Yang jelas kan mungkin dalam hal tersebut terjadi diskusi yah. Biasalah, mungkin ada debat. Intinya mereka datang untuk memberikan klarifikasi. Bukan datang ujuk-ujuk menyerang LBH, tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur LBH Medan Surya Dinata mengungkapkan kekecewaan atas tindakan arogan para oknum TNI yang mengamuk di kantor mereka.

“Intinya kami sangat kecewa dengan tindakan intimidasi ini. Kita  protes dengan melayangkan surat ke Pangdam dan yang lainnya.  Kita heran kepada anggota Denpom yang mengamuk, kenapa mereka yang menegakkan aturan dilingkungan TNI dan menyidik kok malah melanggar hukum,” kata Surya. OS-jar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here