PH Tak Ada, Sidang Perdana Terdakwa Nova Zein Ditunda

Onlinesumut-MEDAN : Sidang perdana kasus penipuan dan penggelapan puluhan mobil mewah dengan terdakwa Ade Nova Fauzia alias Nova Zein, yang seyogianya digelar Kamis (3/5/2018) di PN Medan, terpaksa ditunda majelis hakim dengan alasan terdakwa  belum didampingi penasehat hukum.

Majelis hakim yang diketuai Johny Jonggi Simanjuntak pun memutuskan akan mengagendakan persidangan pada Senin, 7 Mei 2018.

“Sidang kita tunda sampai terdakwa dapat menghadirkan penasehat hukumnya” kata Jonny Jonggi sambil mengetuk palu dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra 8.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Emmi dari Kejatisu membenarkan penundaan sidang dilakukan karena terdakwa belum didampingi penasehat hukum, mengingat ancaman hukuman pidana  dalam kasus yang menjerat Nova Zein di atas lima tahun penjara.

“Iya benar, sidangnya ditunda, Senin depan akan dilanjutkan. Karena ancamannya di atas lima tahun dia harus didampingi PH nya,” ucapnya sambil bergegas ke luar dari ruang sidang.

Pantauan wartawan, Nova Zein tampak mengenakan baju tahanan dan menggunakan penutup kepala. Ia dijadwalkan akan disidangkan bersama terdakwa lainnya dalam kasus penggelapan dan penipuan modus pinjam pakai mobil terhadap 19 korban dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Selain itu di dalam sidang terdakwa Nova Zein juga terlihat dikelilingi sejumlah pria berbadan tegap. Tampak usai keluar sidang, pria tersebut ikut  mengawal Nova Zein kembali ke sel tahanan sementara PN Medan.

Tidak hanya itu, sejumlah orang yang mengaku korban penipuan Nova Zein, juga tampak memenuhi ruang sidang. Mereka mengaku kecewa, karena tiba-tiba sidang yang akan digelar ternyata ditunda majelis hakim. “Kami kecewa, kami sudah dari tadi pagi menunggu, ternyata sidangnya tidak jadi. Katanya PH terdakwa nya tidak ada,” kata sejumlah korban.

Seperti diketahui, Ditreskrimum Polda Sumut mengamankan Nova Zein bersama  tersangka lainnya yakni T. Usman Gumanti, Khairul Bariah, Hotma Tua Pulungan dan Andika Syahputra pada Februari 2018. Keempat tersangka ditangkap terpisah.

Tim kepolisian  melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap Nova Zein di satu rumah yang di Jalan SD Inpres, Lubukpakam, Deliserdang. Kemudian pada Minggu 11 Februari 2018,  tim melakukan penangkapan terhadap tersangka T Usman Gumanti alias Usman di Perumahan Bougenviile Indah Jl. Sunggal,  Sei Sikambing B, Medan Sunggal.

Kemudian tim juga melakukan  penangkapan terhadap tersangka Khairul Bariah alias Cece di sebuah toko atau kantor yang digunakan tersangka Nova Zein yang berada di Jalan Sei Denai No. 31 A Medan. Tidak hanya tim juga melakukan penangkapan terhadap tersangka Hotma Tua Pulungan di Perumahan Grand Gading Mas,  Mariendal, Patumbak, Deliserdang.

Dari keempat tersangka pihaknya mengamankan barang bukti sesuai laporan dengan LP/ 105/I1/2018/SPKT II tanggal 26 Januari 2018 diamankan satu lembar fotocopy BPKB mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi BK 1505 El, sebuah bundel fotocopy akta perjanjian nomor 01 tentang pinjam pakai mobil Mitsubishi Pajero dengan nopol BK 1505 EL dari Anda Subrata kepada Nova Zein.

Nova Zein dilaporkan korbannya ke Polda Sumut pada 4 Februari 2018. Setelah melakukan penyelidikan, empat hari kemudian Polda Sumut menurunkan tim  untuk menangkap para tersangka. Para terdakwa diancam melanggar pasal 378 dan 372 Tentang Penggelapan dan Penipuan jo ayat (1) kesatu KUHP.  OS-jar

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here