Onlinesumut-TAPTENG : Keberhasilan sebuah bisnis tentu tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Di samping modal, kerja keras, kerja cerdas, tulus, serta didukung teknologi tepat guna, kerja sama dengan berbagai elemen (stakeholders) sangat dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan.

Sedangkan kunci emas bisnis adalah meliputi kualitas, kuantitas dan kontinuitas.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Pengawas Koperasi Mitra Tani Semesta, Djuliawan Tedja, usai penyerahan bantuan peralatan mobiler Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Iman Surya Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), belum lama ini.

Pemilik PT Bintang Nauli Pratama (BNP) Djuliawan ini juga menyebutkan, tidak selalu hanya mengutamakan keuntungan bersifat charity. Ia menegaskan, perkembangan sebuah perusahaan tidak terlepas dari sejahtera tidaknya para karyawan dan masyarakat sekitar wilayah usaha. Dua hal ini menjadi hal mutlak yang harus di perhatikan.

Karena itu, lanjutnya, untuk menggapai semua itu, pemberdayaan sumber daya karyawan dan masyarakat harus dilaksanakan. Pemberdayaan masyarakat dalam arti yang sebenarnya bukan hanya dititikberatkan pada aspek ekonomi.

Oleh karena itulah PT BNP merasa penting untuk membentuk sebuah lembaga yang bisa membuat para karyawan dan masyarakat berkreasi dan meningkatkan kemampuannya.

“Puji Tuhan, melalui Koperasi Mitra Tani Semesta dan Koperasi Simpan Pinjam Bintang Niaga Perkasa, kita telah berhasil meningkatkan sumber daya dan kesejahteraan para karyawan,” ujarnya.

Tidak hanya sampai disitu, timpal Djuliawan, disamping memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui motto ekonomi kerakyatan, kedua lembaga koperasi yang baru berumur belasan bulan itu, telah berhasil meraih keuntungan yang seluruhnya dimanfaatkan untuk kepentingan anggota. Salahsatu bukti konkrit yakni dengan memberikan bantuan mobiler bagi MDA Iman Surya Kelurahan Sibabangun yang notabene berada di wilayah operasi PT Bintang Nauli Pratama (BNP).

“Hal yang begini yang harus terus kita dorong. Koperasi itu merupakan soko guru dan penggerak ekonomi rakyat,” imbuhnya.

Jika semua pemilik usaha ataupun menajemen perusahaan melaksanakan dan mengamalkan makna positif koperasi yang sesungguhnya, Djuliawan meyakini, setiap karyawan akan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Di dalam koperasi terkandung muatan menolong diri sendiri, kerjasama untuk kepentingan bersama (gotong royong), dan beberapa esensi moral lainnya.

“Dengan memiliki koperasi, karyawan dan masyarakat akan memiliki lebih banyak akses informasi teknologi, permodalan dan pemasaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tata kelola usaha yang baik dan berkelanjutan serta memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya. OS-01

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here