Onlinesumut-MEDAN : Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, terus bekerja secara marathon untuk segera melimpahkan berkas kasus penipuan dengan tersangka Mujianto.

Namun, di tengah berlangsungnya penyelidikan, beredar isu jika konglomerat pengusaha properti sudah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), mengingat keberadaannya selama ini sudah berada di luar, meski sebelumnya sempat dijebloskan ke dalam Rumah Tahanan Polisi (RTP) Poldasu.

Namun kabar itu langsung ditepis Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian Djajadi.

“Belum, penyidik masih menunggu P 21 dulu dari kejaksaan” ucap Andi Rian saat dikonfirmasi via whatsapp, Kamis (12/4/2018).

Hanya saja, mantan Wadirreskrimsus Poldasu itu tak menampik bahwa pihaknya tengah melacak keberadaan Mujianto.

“Itukan isu, memang penyidik sdh mencari ybs ke beberapa lokasi tempat tinggalnya, namun tdk ketemu” lanjutnya memberikan keterangan.

Dijelaskannya juga, dari manifest penerbangan penyidik memastikan Mujianto sudah meninggalkan Indonesia menuju Malaysia dan Singapura. “Melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh sejak tgl 07 April 2018” bebernya.

Andi sendiri membenarkan jika Mujianto dikeluarkan dari sel, setelah permohonan penangguhan yang diajukan tersangka dikabulkan pihaknya.

Seperti diketahui sebelumnya, setelah memicu polemik hingga sempat menimbulkan unjukrasa, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, Rabu (31/1/2018) sempat menahan pengusaha tersohor asal Medan, Mujianto alias Anam terkait kasus penipuan Rp3 miliar terhadap pelapor Armen Lubis.

Penahanan itu dilakukan, setelah Mujianto resmi ditetapkan sebagai tersangka sejak 28 April 2017. Tidak hanya Mujianto, turut pula ditahan tersangka Rosihan Anwar, pegawai Mujianto. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here