Onlinesumut-NIAS : Proses dan tahapan perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias yang saat ini dipimpin Mayjen (Purn) Christian Zebua, selaku Ketua Umum Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) terus berlangsung dan cenderung ke arah positif karena ada kebulatan tekad dan kerjasama kuat dengan semangat gotongroyong untuk mewujudkannya.

“Semangat persatuan, kerjasama, dan gotongroyong menjadi filosofi dan doktrin yang terikat dan menguati panggilan bersama dalam memperjuangkan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” ujar Firman Jaya Daeli, Jumat (23/03/2018) di Gunungsitoli.

Menurut Daeli, perjuangan tersebut bersifat luhur dan mulia demi kebaikan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nias.

“Perjuangan ini sesungguhnya bersifat luhur dan mulia karena semata-mata diperuntukkan untuk kebaikan dan kemajuan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan” ucapnya.

Dikatakannya pula, Kepulauan Nias yang kaya akan potensi alam, budaya dan adat-istiadat untuk terus dikembangkan demi agenda tunggal terbentuknya Provinsi Kepulauan Nias yang berkeadilan sosial dan kemakmuran masyarakat Nias dalam bingkai NKRI yang berideologi pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan konstitusi UUD 1945.

“Potensi yang dimiliki seharusnya dan sebaiknya dikonsolidasikan, digerakkan, dan diabdikan demi untuk agenda tunggal bersama demi terwujudnya keadilan social dan kemakmuran warga masyarakat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berideologi Pancasila dalam suasana Bhinneka Tunggal Ika Berdasarkan konstitusi UUD 1945” papar penasehat BPP-PKN ini.

Sebagai mantan Anggota DPR RI di Komisi yang membidangi Politik dan juga salahseorang tim inti pansus DPR-RI pada pembentukan Provinsi Banten, Bangka Belitung, Gorontalo dan Kepulauan Riau, Firman Jaya Daeli mengungkapkan, pada dasarnya semakin baik dan bagus apabila bertambah dan mengalir dukungan dan aspirasi dari berbagai kalangan untuk mendorong dan memperkuat Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.

“Secara hakiki sesungguhnya menjadi baik apabila seluruh elemen kemasyarakatan, misalnya Ormas yang mendukung Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias melalui pertemuan dan penyampaian aspirasi ke sejumlah pihak. Tentu dapat dipastikan hal ini semakin positif dan bermakna dan juga semakin efektif dan efesien apabila aspirasi tersebut dapat disalurkan melalui BPP-PKN,” ujarnya

Perjuangan Tertunda

Pembahasan terhenti di tahapan akhir sebelum memasuki sidang Paripurna DPR-RI tahun 2014. Ketika itu keputusan politik berkesimpulan bahwa tak ada satupun DOB yang ditetapkan menjadi Daerah Otonom dalam UU. Keputusan politik ini bukan disebabkan faktor BP- PKN.

“Dipastikan dan ditegaskan bahwa BPP PKN tidak gagal, bahkan setelah itu (September 2014), BPP PKN khususnya Perwakilan Jakarta tahun 2015 semakin aktif dan tertantang untuk meningkatkan doktrin dan semangat kerja untuk memperjuangkan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias” jelasnya.

BPP-PKN melanjutkan perjuangan dengan mengorganisasikan dan melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari tahun 2015 sampai sekarang ini dan berlanjut seterusnya sampai terwujud dan terbentuk Provinsi Kepnis.

Semua tingkatan BPP PKN Pusat, BPP PKN Perwakilan Medan, BPP Perwakilan Jakarta tidak pernah demisioner, malah justru semakin bertambah kerja.

“Selama ini selalu bekerja maksimal dan berjuang optimum serta senantiasa terus menerus melakukan segala hal yang sembari menunggu adanya Peraturan Pemerintah (PP) mengenai desain dan penataan Daerah Otonom

Firman Jaya Daeli berkeyakinan bahwa pembentukan Provinsi Kepulauan Nias merupakan solusi untuk menyejahterakan dan memakmurkan rakyat dalam mengembangkan dan memajukan wilayah Kepulauan Nias.

“Saya yakin dan percaya bahwa apa yang dicita-citakan masyarakat Nias pasti terwujud jika bekerja tulus dalam suasana keutuhan, kebersamaan, dan kekeluargaan, dengan semangat persaudaraaan, persahabatan, persatuan, dan kegotongroyongan,” tandas Daeli. OS-ed

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here