Onlinesumut-MEDAN : Video penangkapan sindikat narkoba di Medan pagi tadi yang mendadak viral, ternyata merupakan rangkaian operasi yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam 2 hari terakhir.

Proses pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional ini, sebelumnya diawali BNN lewat penangkapan yang berlangsung di kawasan Jalan Medan-Binjai, Senin, 19 Maret 2018 pada malam hari.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, proses pengungkapan kasus narkoba yang mereka lakukan berawal dari informasi yang didapat pihaknya terkait pengiriman narkoba dari wilayah Aceh menuju Medan pada Minggu, 18 Maret 2018. Tim langsung bergerak ke arah Binjai untuk melakukan penelusuran.

Didapati informasi bahwa transaksi akan dilakukan di salah satu SPBU di Binjai. Namun rencana pengiriman narkoba gagal karena kurir belum mendapatkan mobil untuk mengantar.

“Tim tetap melakukan pengintaian. Pada Senin (19/3) Malam tim melakukan penindakan. Sekitar pukul 23.30 WIB, petugas melihat mobil honda civic berjalan beriringan dengan pick up bernomor polisi BL 3465 LS. Curiga, petugas langsung menghentikan laju mobil tersebut” ungkap Arman dalam paparannya di hadapan wartawan, Selasa (20/3/2018) sore.

Saat penindakan, lanjutnya, mobil Honda Civic melarikan diri. Petugas berhasil meringkus mobil pick up. Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil menemukan sabu-sabu di dalam karung yang diselundupkan dibawah tumpukan kelapa. Total sabu-sabu yang disita sebanyak 20 Kg.

“Narkoba berasal dari Malaysia dan diselundupkan melalui Aceh, selanjutnya dibawa ke Medan,” ungkapnta.

Dari penindakan pertama petugas mengamankan dua orang yakni Bakhtiar Jamil, 44 dan Khalidin, 28. Keduanya diketahui berasal dari Aceh Timur.

Tim kemudian melakukan pengembangan. Penangkapan kedua dilakukan di Jalan Tritura, Kota Medan, tepatnya di depan sekolah Prime One School. Saat itu, giliran tersangka Omri Lubis (28) dan Ambri Harahap (36) yang dibekuk petugas.

Petugas juga terpaksa meletuskan tembakan karena Ambri melawan dan mencoba melarikan diri. Dia tertembak di bagian punggung.

“Ambri dan Iwan disergap saat berupaya memindahkan narkoba dari mobil Toyota Fortuner warna silver dengan nomor polisi BM 1377 RE ke becak bermotor (betor),” kata Arman.

Diketahui belakangan Ambri yang merupakan warga Jalan Cimpedak, Desa Rimba Sekampung, Dumai Kota, Riau itu berperan sebagai pengendali. Dia juga diduga termasuk sindikat yang memasukkan narkoba ke Indonesia melalui Malaysia. Sedangkan Omri adalah penarik becak motor yang disangkakan terlibat sebagai kurir yang mengantar kepada penadah.

Kini kondisi Ambri masih kritis dan dirawat di RS Bhayangkara Kota Medan. Arman mengatakan, Ambri adalah buronan yang sudah lama diintai BNN. Dia sudah dua kali mngedarkan narkoba jenis sabu. Pertama kali dia berhasil mengedarkan sabu sebanyak 85 Kg. Dalam operasi kedua, sebanyak 15 Kg juga berhasil dia edarkan.

“Yang ketiga ini berhasil kita ringkus, dia itu buronan,” ungkapnya.

Dari dua penangkapan tersebut, BNN berhasil menyita total barang bukti 30 Kg sabu-sabu, 2 unit mobil, handphone dan sejumlah barang lainnya. BNN masih melakukan pengembangan kasus untuk memutus jaringan peredaran narkoba ke Indonesia.

“Kita akan ungkap kemungkinan Tindak Pidana Pencucian Uang,” pungkasnya. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here