Onlinesumut-MEDAN : Setelah sebelumnya sempat ‘keukeuh’ bahwa tidak ada kesalahan dalam penggunaan helikopter milik Polri untuk mengangkut pasangan pengantin di Kota Pematangsiantar, Polda Sumatera Utara pun akhirnya mengakui adanya kesalahan prosedur (un-procedure) dalam kasus tersebut.

Terlebih saat mencuat kabar adanya sewa menyewa atas heli Bolcow milik negara itu yang mencapai angka lebih dari Rp120 juta.

Secara blak-blakan, Wakapoldasu Brigjen Agus Andrianto pun membeberkan kronologisnya dalam press conference yang digelar di Mapoldasu, Senin (5/3/2018).

Menurut Agus, dalam kasus ini, tanggungjawab taktis karena penanggung jawab penerima heli ini adalah Karo Ops. Sehingga, Karo Ops yang menerima perintah untuk melaksanakan kegiatan.

“Dia bertanggung jawab secara taktis untuk penggunaan dan operasional dari helikopter tersebut yang di BKO kan dari Baharkam Mabes Polri. Yang ketiga, tanggung jawab teknis. Tanggung jawab teknis ini adalah kepada personel yang secara teknis menguasai heli tersebut, dalam hal ini pada kejadian tersebut tanggal 25 Februari itu ini benar-benar tanggung jawab pribadi dari yang bersangkutan” tegas Agus.

Saat ini, lanjutnya, tidak akan mau anggota dijadikan korban begitu saja.

“Kalau ada perintah pasti anggota akan menyampaikan. Kalau memang tidak ada perintah maka dia harus bertanggungjawab secara pribadi. Oleh karena itu, tugas Polda Sumatera Utara adalah melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan melakukan klarifikasi kepada orang yang menggunakan. Apakah, seperti apa ceritanya. Nah ternyata si pemangku hajat dalam hal ini kakak RG, yang ada di Siantar, dia menghubungi broker untuk mencari heli komersial” bebernya.

Namun pada saat heli komersial itu dibutuhkan, sambung Agus, heli komersial itu ternyata rusak.

“Disampaikan rusak, karena dia merasa sudah membayar kepada broker tersebut, tetap menuntut, saya tetap menuntut heli harus ada. Sehingga ada hubungan antara broker dengan personel Baharkam. Nah kebetulan kejadiannya hari Minggu.
Pak Karo Ops juga sudah SMS, eh heli mau ke mana, nggak dijawab, ditelepon tidak diangkat, sehingga betul-betul adalah inisiatif pribadi dari pada piot dan kopilot yang mengawaki heli yang melaksanakan BKP di Polda Sumatera Utara” imbuh Agus panjang lebar.

Berdasarkan tersebut, kata Agus, Kapolda sudah membentuk tim.

“Pak Irwasda sebagai ketuanya, pak Karo Ops, Kabid Propam bersma -sama melakukan klarifikasi. Dan memang pengakuan dari yang bersangkutan ini adalah kesalahan pribadi daripada pilot dan kopilot. Yang mengenal broker adalah kopilot. Pada saat disampaikan kepada pilotnya bahwa ada kejadian seperti ini kira-kira pilot mau membantu nggak. Sehingga turut menyatakan mau membantu” ujarnya.

Mantan Dirreskrim Poldasu ini kembali mengatalan, karena mereka yang memegang kunci sehingga pada saat itu dengan alasan pemanasan mesin, pengecekan flight radio sehingga Karo Ops menanyakan tidak dijawab. Oleh karena itu ini adalah betul-betul merupakan tanggung jawab pribadi.

“Dan Polda Sumatera Utara melimpahkan ini kepada ankumnya, karena mereka adalah personel Mabes Polri yang di BKO kan di Polda Sumatera Utara. Kita sudah minta ganti. Laporan itu sudah kita sampaikan kepada Kadiv Propam yang ditembuskan kepada Kapolri Kakor Polairud Mabes Polri dan Ditpol Udara Baharkam Polri” terang Agus.

Nanti kepada mereka akan dilakukan tindak lanjut oleh Ankum yang bersangkutan.

“Kalau orang tuanya kepada broker Rp 120 juta. Broker kepada nama A ini kita tidak tahu. A kepada personel kita tidak tahu, nanti kita akan pendalaman sendiri.
Ya Ada yang merek terima. Mungkin tidak etis kalau kita sampaikan, nanti pendalaman dari sana. Ya kalau dia beri alasan pemanasan dan chek radio kan pasti akan diberi izin itu kontraknya dari orangtua kepada broker yang diminta cari helikopter” beber Agus kembali.

“Dengan kejadian ini kita akan perbaiki lagi SOP yang ada. Jadi sudah dibuat SOP yang baru. Kuncinya itu dipegang oleh Pak Karo Ops. Nanti bergantung kepada ankum apakah akan menerapkan kode etik atau akan menerapkan disiplin atau akan menerapkan yang lain. Ini seluruhnya merupakan tanggung jawab atasan yang berhak menghukum, karena kita bukan atasan jadi kita tidak punya hak untuk menghukum yang bersangkutan” tuturnya.

Hanya saja kata Agus, rute yang digunakan dari sini (Medan) ke Siantar, kemudian dia turunnya di Brimob. Dari Lapangan Subden Brimob di Siantar menuju lapangan H Adam Malik. Tidak benar (dari Tapsel).

“Pilotnya bernama Iptu T dan Kopilot Iptu W. Jadi sekali lagi saya katakan tidak ada kaitannya Polda Sumatera Utara dengan kejadian tanggal 25. Itu murni tanggung jawab pribadi dan tidak ada berkaitan dengan BKO yang bersangkutan. Selama ini heli ini diperbantukan ke Polda Sumut untuk mendukung Polda Sumut untuk mengatasi masalah bencana kemudian kejadian-kejadian menonjol” paparnya.

“Saya wakapolda Sumut selama 14 bulan di Sumut baru sekali saya pakai. Artinya kalau tidak urgen kita tidak akan gunakan” tambahnya.

Atas terungkapnya kasus ini juga, Agus mengucapkan terimakasih kepada media sosial yang telah mengupload itu.

“Kalau mereka bilang panasi pesawat cek radio. Ada seperti ini. Siapa yang perintah ternyata tidak ada. Sudah kita minta ganti dengan BKO yang baru. Biro Logistiknya kan tahu, minyaknya berapa, nanti ada itu. Jam terbangnya kan ada. Tidak secara teknis kami yanga ada dibelakang ini tahu bagaimana menghitungnya. Tapi kalau dihitung bisa” ujarnya lagi.

Kemudian ditambahkannya, Groud handling di KNIA.

“Dia yang menghubungi saudara A. Jadi yang menghubungkan dengan kopilot dan pilot adalah saudara A. Sudah kita periksa. Ground Hanling itu penanganan di landasan KNIA dialah yang dihubungi keluarga RG untuk menyiapkan helikopter komersial. Itulah yang mencari si A. Dia yang menyiapkan helinya. Karena tidakbisa terbang, dia mencari alternatif, itulah dihubungi kopilot W, W menyampaikan kepada pilot T. T menyanggupi sehingga terjadilah kejadian itu. Status hukumnya dia masih kita klarifikasi. Hasil klarifikasi kita sampaikan pada Dipol Airud. A itu orang sipil” pungkasnya. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here