Onlinesumut-MEDAN : Indikasi penipuan yang diduga dilakukan perusahaan biro perjalanan umrah Abu Tours & Travel semakin mencuat ke permukaan. Apalagi kantor perwakilan perusahaan di bawah bendera PT Amanah Bersama Umat yang beralamat di Jalan Abdullah Lubis, Medan itu, sudah sepekan lebih terlihat tutup.

Merasa dicurangi, Selasa (20/2/2018) sejumlah calon jamaah umrah yang mengaku sudah menyetorkan uang untuk berangkat ibadah ke tanah suci Mekkah inipun mendatangi kantor biro perjalanan itu, untuk mempertanyakan kepastian kapan mereka bisa diberangkatkan.

“Saya, ibu, ayah dan adik saya daftar untuk umrah pada Juni 2017 lalu. Setiap orang dipungut biaya sekitar Rp16 juta dan uangnya sudah kami serahkan sebanyak Rp64 juta lebih,” beber Nova Harahap, salahseorang calon jamaah yang turut hadir di kantor tersebut.

Nova pun mengungkapkan, usai mendaftar pada waktu itu, seorang pegawai travel bernama Sri Wahyuni mengatakan, pihaknya akan memberi kabar lebih lanjut terkait rencana perjalanan umrahnya. Saat itu mereka dijanjikan bakal berangkat pada 22 Februari 2018.

“Pada Desember 2017 lalu kami disuruh suntik meningitis. Setelah disuntik, saya sempat bertanya kapan akan diberikan koper keberangkatan. Namun, pihak travel mengaku akan memberi kabar lebih lanjut,” ungkap penduduk warga Pasar VII Tembung, Kabupaten Deliserdang itu.

Namun, setelah ditunggu sepekan, justru mereka tak kunjung mendapat kabar hingga akhirnya kecurigaan pun muncul. Pada pertengahan Januari 2018, Nova akhirnya memilih untuk kembali mendatangi kantor Abu Tours.

“Ketika kami datang hanya diberikan pakaian ihram saja. Pas kami tanya kapan koper keberangkatan diberikan, pegawai bernama Sri itu lagi-lagi memberikan jawaban yang sama (akan memberi kabar lebih lanjut),” sebut Nova yang hadir didampingi adiknya Febri.

Meski kecewa, ia pun terpaksa pulang sambil terus berharap ada kabar baik dari Abu Tours. Sialnya, hingga pertengahan Februari pihak travel tak kunjung memberi kabar, hingga akhirnya kecurigaannya semakin menjadi-jadi.

Apalagi, di saat bersamaan, keluarganya sempat melihat tayangan televisi terkait tutupnya perusahaan travel Abu Tours di Palembang dan Semarang.

“Ayah saya sempat lihat kabar penutupan Abu Tours di Palembang. Kemudian kami telepon lah kantor cabang Medan. Dalam percakapan itu, pegawai Abu Tours bernama Sri Wahyuni kembali mengatakan bahwa perusahaannya yang di Medan dalam keadaan baik-baik saja,” katanya menirukan ucapan si pegawai kantor.

Naas, setelah mendekati jadwal keberangkatan, Nova dan adiknya kembali mendatangi kantor tersebut. Bukannya kepastian yang di dapat, malah mereka menemukan kantor biro perjalanan itu telah tutup. Pihak perusahaan yang dihubungi mengatakan Pimpinan Cabang Abu Tours Medan bernama Anwar sudah kabur.

“Untuk bulan ini saja, jamaah yang harusnya berangkat itu ada seribuan lebih,” sungutnya.

Korban pun mengaku bingung menghadapi kenyataan ini. Terlebih, pihak travel yang dihubungi tak bersedia menjawab lagi.

Tak berapa lama di depan kantor Abu Tours Medan, sejumlah petugas kepolisian yang kebetulan melintas berdatangan dan menghampirinya. Usai sempat ditanya-tanya, polisi mengarahkan para korban membuat laporan ke Polda Sumut.

Sementara, informasi dari warga sekitar, kantor Abu Tours Medan sudah tutup sejak sepekan lalu.

“Sudah tutup kantornya kira-kira uda ada seminggu, enggak tahu kenapa tutup. Padahal, sebulan yang lalu masih buka kok,” ujar seorang wanita pekerja salahsatu toko di sekitar kantor travel.

Seperti diketahui sebelumnya, di kantor berbentuk ruko itu, kini hanya terpampang sebuah tulisan berisi pengumuman yang meminta kepada para mitra/agen/jamaah yang membutuhkan informasi dan perkembangan terhadap Abu Tours dapat menghubungi nomor ponsel yang tertera di pengumuman yang ditempel di depan pintu kantor. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here