Onlinesumut-MEDAN : Sepakterjang tersangka Nova Zein bersama komplotannya dalam melakukan kejahatan penggelapan mobil mewah di Medan, semakin terang berderang.

Dari hasil penelusuran pihak kepolisian, ternyata korbannya mencapai puluhan orang. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Untuk memuluskan aksinya, para pelaku yang sudah beraksi sejak 2 tahun lalu, sengaja memanfaatkan lembaga sosial Yayasan Sumatera Woman Foundation yang didirikan Nova Zein.

Hal itu diungkapkan Direktur Ditreskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian Djajadi dalam paparannya di hadapan wartawan, Rabu (14/2/2018) yang digelar di Mapoldasu.

Bahkan dalam paparan perkara terkait aksi kejahatan wanita yang dikenal sebagai sosialita Kota Medan itu, turut pula dihadirkan tersangka Nova Zein bersama 3 tersangka lainnya yakni Usman Gumanti, Khairul Bariah alias Cece dan Hotma Tua Pulungan.

Mereka terlihat dihadirkan dengan mengenakan baju tahanan berwarna merah.

“Untuk yayasannya sendiri sampai saat ini belum bisa ditunjukkan akte pendiriannya. Kalau wilayah kerjanya itu fiktif dan itu tergantung masing-masing kontrak,” ungkap Dirreskrimum Poldasu Kombes Andi Rian.

Mantan Kapolres Tebingtinggi ini juga menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, tersangka membuat kontrak perjanjian pinjam pakai mobil dengan para korban. Mobil para kliennya itulah kemudian dijual tersangka kepada penadah.

“Modusnya mengikat kontrak atas nama yayasan NGO atau LSM woman foundation. Ternyata mobil pindah tangan dengan cara jual beli. Modus penipuan ini sudah berlangsung sejak tahun 2016,” katanya.

Barang bukti mobil mewah yang sudah diamankan pihak Poldasu/ist

Agar mobil korbannya mudah dijual, lanjut Andi Rian, tersangka Nova Zein mengganti nomor polisi atau memalsukan STNK mobil. Andi Rian juga mengisyaratkan ada tersangka lain termasuk indikasi keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini.

“Sementara ini masih lidik, namun tidak menutup kemungkinan ada terlibat oknum dalam kasus ini,” bebernya.

‚ÄúPara pelaku ini sudah menipu korbannya sekitar 67 orang. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Jadi jika ada yang mengenal para pelaku ini dan juga menjadi korban penipuan maka diharapkan agar segera melapor ke Poldasu” imbuhnya.

Lebih jauh Andi Rian juga menjelaskan, dalam kasus ini, empat tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda. Nova Zein sebagai otak pelakunya, Usman Gumanti warga Jalan Sunggal berperan sebagai pengantar mobil kepada Hotma Tua Pulungan dan Andika.

“Sedangkan, Khairul Bariah alias Cece warga Jalan Paya Bakung Perumahan Puri San Jadi Blok D No 1 Kelurahan Serba Jadi Kecamatan Sunggal berperan sebagai pengambil uang dan Hotma Tua Pulungan warga Jalan Selamat Ujung Medan Amplas berperan sebagai mengambil mobil dari Usman dan Cece,” jelasnya.

Selain para pelaku, petugas juga menyita barang bukti empat mobil diantaranya satu unit mobil Toyota Alpahard, Mitsubishi Pajero Sport dan dua unit mobil Innova Reborn.

Satu lembar fotocopy BPKB mobil Mitsubishi Pajero Sport BK 1505 El, satu bundel fotocopy akte perjanjian, satu lembar fotocopy BPKB MOBIL Toyota Fortuner BK 401 W, sejumlah akte perjanjian.

“Kalau mobil kita sita dari pembeli sedangkan dokumen kita sita dari kediaman sekaligus kantor pelaku,” ungkapnya.

Untuk meyakinkan korbannya, dalam pembayaran pertama hingga ketiga pelaku selalu lancar membayar pinjam pakai mobil tersebut.

“Pembayarannya dengan cek. Nah pembayaran ketiga di bulan keempat. Namun pembayaran mulai nyendat lantaran memakai cek kosong. Disitulah awalnya para korban mulai mencurigai dan meminta kepada pelaku menunjukkan mobilnya dan tak bisa dipenuhi oleh pelaku,” pungkasnya.

Atas perbuataannya, kini para tersangka dijerat dengan Pasal 372 dan 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here