Onlinesumut-NISEL : Hanya dalam tempo sepekan, Tim Buser Polres Nias Selatan (Nisel), dibantu petugas Polsek Lahusa, Polsek Telukdalam dan Polsek Bawolato, berhasil mengungkap aksi pembunuhan sadis terhadap Raniaro Boulolo alias Ama Ove(48) yang terjadi di Dusun I, Desa Foikhugaga, Kecamatan Umbunasi yang terjadi pada 30 Januari 2018 lalu.

Satu dari dua orang pelaku atas nama Berkat Jaya Zebua alias Jaya, berhasil dibekuk saat berada di Kantor Kejaksaan Negeri Nias.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu mengungkapkan, tersangka dibekuk timnya pada Senin, 5 Februari 2018, setelah pihaknya yang melakukan perburuan panjang, mengetahui pelaku keluar dari lokasi persembunyiannya.

“Tersangka kita tangkap sekitar pukul 11.00 wib saat berada di Kantor Kejari Nias. Setelah kita interogasi, tersangka akhirnya mengakui perbuatan yang dilakukannya bersama Rahmat Nduru alias Ama Ceria yang kini masih kita buru” ungkap Faisal kepada wartawan, Rabu (7/2/2018).

Menurut Faisal, peristiwa berdarah itu dipicu pertikaian warga Dusun II dengan warga Dusun III, Desa Foikhugaga.

“Pertikaian terjadi mulai 27 Januri 2018. Informasi yang kami terima 4 rumah dibakar akibat pertikaian itu. Kemudian berlanjut lagi sehari berikutnya pada 28 Januari 2018. Saat itu warga dusun bertetanggaan itu terlibat saling ancam” paparnya.

Guna mengantisipasi meluasnya keributan, pada 30 Januari 2018 dijadwalkan akan dilakukan perdamainan dengan mempertemukan kedua penduduk dusun yang bertikai.

“Namun belum lagi pertemuan terjadi, bentrokan kembali pecah. Bahkan kali ini menyebabkan Ama Ove warga Dusun III tewas setelah dihujani senjata tajam. Lalu saya perintahkan Wakapolres, para Kasat dan anggota sekitar 100 personil menuju ke lokasi bermedan sangat sulit itu. Bahkan lokasi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki” tuturnya.

Kondisi jenazah korban Raniaro Boulolo alias Ama Ove ketika ditemukan/ist

Mantan Kasat Intelkam Polrestabes Medan itu juga mengatakan, untuk memburu para tersangka, pihaknya turut melakukan koordinasi dengan Bupati dan tokoh masyarakat. Hasilnya, kedua tersangka harus segera ditangkap.

“Prioritas terhadap tersangka Rahmat Ndruru alias Ama Ceria karena sudah meresahkan masyarakat dengan banyaknya catatan kejahatan kekerasan yang dilakukannya” ucap Faisal.

Hanya saja, sambungnya, proses penyelidikan sempat terhambat karena awalnya masyarakat takut memberikan keterangan dan menjadi saksi karena takut malah akan membahayakan diri dan keluarganya nanti.

“Setelah dilakukan penggalangan dan diberikan jaminan keamanan beberapa masyarakat mau memberikan keterangan dan membantu mencari tahu keberadaan kedua tsk. Kita yakinkan, Polres Nias Selatan akan tetap berupaya menangkap tsk utk membuktikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat dan melindungi segenap warga negara untuk menciptakan kamtibmas” ujar Faisal.

Sementara, dari hasil interogasi yang dilakukan penyidik terhadap tersangka Jaya, tersangka mengaku pada hari terjadinya pembunuhan itu, sekitar pukul 11.00 wib, dengan membawa sebilah parang yang diselipkan di punggung, tersangka Jaya menjemput tersangka Rahmat Nduru di Desa Bawolani. Mereka kemudian berboncengan menuju Desa Foikhugaga.

“Saat itu tersangka Rahmat juga membawa sebilah pisau. Sebelum beraksi mereka sempat singgah di warung untuk minum tua nifaro. Kemudian, begitu sampai di Dusun I Desa Foikugaga, tersangka Jaya memarkirkan sepeda motornya di rumah Ina Desi. Dengan berjalan kami bersama bersama tsk Rahmat Nduru, menuju ke rumah Ina Mira” beber Faisal menjelaskan kronologis.

Begitu tiba, tersangka Jaya pun langsung memegang tangan kiri korban Ama Ove dan menusukkan parangnya ke arah rusuk kanan korban. Kemudian disusul oleh tersangka Rahmat Nduru menusukkan pisaunya ke dada kiri korban.

“Setelah Korban terjatuh ke tanah, kedua tsk melarikan diri ke arah pegunungan Desa Hilinamoluo, Kecamatan Umbunasi.
Selanjutnya, Rabu 31 Januari 2018, tsk Berkat Jaya berpisah dengan tsk Rahmat Nduru di Desa Balohili, Kecamatan Umbunasi menuju Kota Gunungsitoli” terangnya.

Minggu, 4 Februari 2018, tersangka Berkat Jaya Zebua sempat datang ke rumah Pendeta Daili di Desa Turiarefa, Kota Gunung Sitoli dan menginap. Selanjutnya pada, Senin 5 Februari 2018 sekitar pukul 10.00 wib, tersangka Jaya
datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Nias menemui pegawai Kejari bernama Goklas Zebua hingga akhirnya ia berhasil ditangkap.

“Kita juga turut menyita parang yang digunakan tersangka untuk menusuk korban. Senjata tajam itu dititipkannya pada Ina Ica” pungkas Faisal.

Kini, jajaran Polres Nisel masih melakukan perburuan terhadap tersangka Rahmat Nduru yang sudah masuk dalam DPO. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here