Onlinesumut-MEDAN : Benar kiranya dugaan Komnas Perlindungan Anak, bahwa orang-orang di sekitar anak-anak kita, merupakan predator yang patut diwaspadai.
.
Kisah pilu itu pula yang dialami seorang gadis berinisial C. Wanita berusia 20 tahun yang bermukim di kawasan Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang itu telah menjadi korban pelecehan seksual.

Ironisnya, pelakunya adalah Sumiswan alias Iwan, sopir pribadi keluarganya sendiri, yang seharusnya melindunginya. Orangtua korban yang tak senang dengan perlakuan pria berusia 42 tahun itu, akhirnya membuat laporan ke Polrestabes Medan.

Tak butuh lama, tanpa perlawanan polisi pun akhirnya menciduk penduduk Jalan Masjid, Dusun 8, Desa Kolam, Kabupaten Deliserdang tersebut.

Terkait kasus itu, Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira menerangkan, aksi pencabulan pertama kali diduga dilakukan tersangna pada Selasa, 9 Januari 2018.

Saat itu Iwan ditugaskan untuk mengantarkan korban les private di seputaran Komplek Cemara Asri, Kota Medan. Dalam perjalanan menuju tempat les, Iwan memberhentikan mobilnya dan berpura-pura menyuruh asisten rumah tangga yang turut ikut di dalam mobil, menyuruhnya pergi membeli air kelapa muda.

“Ketika asisten tersebut keluar, saat itulah pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban diduga dengan cara meremas payudara korban,” kata Putu Yudha, Jumat (26/1/2018).

Peristiwa itu kemudian dilaporkan orangtua korban ke Polrestabes Medan. Polisi yang mendapat laporan, lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan mengamankan sang sopir di rumahnya, pada 25 Januari 2018 lalu.

“Pelaku mengakui perbuatannya dan sudah 3 kali mencabuli korban. Iwan diganjar dengan Pasal 298 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkas AKBP Yudha.

Gara-gara tak mampu menahan syahwatnya, kini Iwan pun harus nginap di sel Polrestabes Medan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. OS-04

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here