Onlinesumut-MEDAN : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 mencatat, sepanjang tahun 2017 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) diguncang gempabumi sebanyak 683 kali.

Sesuai data dari BMKG, turut dirinci gempabumi dengan kurang dari 3 magnitudo sebanyak 266 kali. Gempabumi antara 3 sampai 5 magnitudo sebanyak 400 kali. Lalu, gempabumi dengan kekuatan lebih dari 5 sebanyak 17 kali.

Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah 1, Syahnan mengatakan, dari total gempabumi di Sumut, hanya sebanyak 47 gempabumi yang dirasakan oleh masyarakat, selebihnya hanya dirasakan oleh alat pendeteksi gempa.

“Kabupaten dengan jumlah kejadian gempabumi terbanyak adalah Kabupaten Karo dengan 152 kejadian. Gempabumi yang sebagian besar merupakan aftershock dari kejadian gempabumi pernah merusak di Karo pada 16 januari 2017 lalu dengan magnitudo 5,6 SR,” katanya.

Selanjutnya Kabupaten Nias Selatan dengan 65 kejadian gempabumi. Sebagian besar gempabumi yang terjadi di Nias Selatan disebabkan oleh adanya aktivitas zona subduksi antara lempeng Indo – Australia yang menujam ke bawah lempeng Eurasia.

Sementara kabupaten Deliserdang mengalami 53 kejadian gempabumi yang disebabkan oleh aktivitas sesar lokal. Sedangkan kota Padangsidimpuan mengalami 27 gempabumi disebabkan aktivitas sesar angkola dan sesar Barumun.

Sedangkan gempa berdasarkan kedalaman. Kategori dangkal kurang dari 60 kilometer sebanyak 588 kali. Kategori menengah 60 sampai 300 kilometer sebanyak 94 kali dan kategori dalam lebih dari 300 kilometer tidak pernah terjadi.

“Kita imbau masyarakat jangan percaya berita bohong atau hoax. Perlu diketahui bahwa hingga saat ini peristiwa gempabumi belum dapat diprediksi dengan tepat dan akurat kapan, berapa kekuatan, dan dimana akan terjadi,” pungkas Syahnan. OS-04

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here