Onlinesumut-MEDAN : Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan, akhirnya berhasil mengungkap penyebab tewasnya Bachtiar (69) di dalam gudang, di Jalan Pengabdian Desa Bandar Setia‎, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang terjadi seminggu lalu.

Hasil penyelidikan petugas, pria yang berprofesi sebagai kontraktor ini dipastikan merupakan korban pembunuhan. Bersamaan dengan itu pula, kurang dari sepekan setelah ditemukannya korban tewas personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, berhasil meringkus pembunuh sang Kontraktor .

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Pardamean Hutahaean mengatakan, pelakunya Adi Suratman alias Adi (26) warga Jalan Makmur,  Gang Kenanga 4, Desa Sambirejo Timur, Percut Sei Tuan.

Untuk meringkus tersangka, petugas terpaksa menyarangkan timah panas di kedua kaki pelaku, ketika mencoba melakukan perlawanan dalam penyergapan.

“Korban ditemukan tewas tergeletak di dalam gudangnya, pada tanggal 7 Desember 2017, sekitar pukul 22.30 WIB. Dan yang mendapati korban meninggal adalah Fadlan Khoiri yang tak lain tetangga korban, atas perintah istri korban,” kata Pardamean Hutahean didampingi Wakapolsek AKP Junaidi, Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba dan Panit I, Ipda Supriadi, di Mapolsek Percut Sei  Tuan, Kamis (14/12/2017) sore.

Dijelaskannya, personel yang mendapat laporan tewasnya korban melakukan penyelidikan baik mengumpulkan keterangan saksi maupun barang bukti. Dari serangkaian penyelidikan, personel mendapat petunjuk bahwa pembunuh korban adalah anak buahnya sendiri (Adi Suratman alias Adi).

Petugas yang mengetahui keberadaan pelaku sedang berada di warung bakso di Jalan Pendidikan Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan. Tak mau buang waktu, polisi langsung bergerak meringkus pelaku di lokasi.

“Pelaku sudah bekerja 1,5 tahun dengan korban. Namun, saat dilakukan pengembangan pelaku mencoba melarikan diri dan melawan. Karena tidak mengindahkan tindakan peringatan yang dilakukan personel,  akhirnya dengan terpaksa pelaku dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kedua kakinya,”terang Pardamean.

Dalam kondisi terluka, pelaku selanjutnya dibawa ke Rumahsakit Bhayangkara Medan, Jalan KH. Wahid Hasyim,  Medan. Selanjutnya, usai mendapat perawatan kemudian pelaku diboyong untuk menjalani pemeriksaan.

“Untuk motifnya, pelaku mengakui bahwa ia tega membunuh korban karena pelaku ketahuan mencuri kabel di gudang perusahaan milik korban. Pelaku membunuh dengan cara memukulkan kayu ke tubuh dan kepala hingga korban meregang nyawa,”jelas mantan Kabagops Polres Asahan ini.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 338, 365 ayat KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara. OS-05

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here