Onlinesumut-DELISERDANG : Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Langau Seprang di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang yang berlangsung Rabu (12/12/2017) diwarnai kericuhan.

Akibatnya, proses pencoblosan terhadap 3 kandidat masing-masing Sulaiman (petahana), Suheriyanto dan Nurul Amri
sempat terhenti selama setengah jam, setelah situasi sempat memanas.

Dari pantauan Onlinesumut di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang digelar di depan rumah warga di Dusun 1, sebelumnya situasi sempat tertib meski pemilih yang berjumlah 3480 orang sudah membludak sejak pagi.

Menjelang pencoblosan berakhir, suasana pencoblosan mulai memanas, saat warga mulai berdesakan. Situasi mulai tak terkendali saat warga yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menuding panitia pemilihan tidak profesional.

Ini terindikasi dari kurangnya persiapan panitia. Misalnya terkait tidak adanya petugas untuk mengarahkan masyarakat ke bilik suara yang ingin memberikan hak suaranya.

Selain itu, tidak beraturannya pintu masuk dan keluar di TPS juga membuat suasana menjadi amburadul

“Sistem pencoblosan awalnya di perlakukan dengan memanggil salah satu pemilih dengan undangan yang sudah masuk ke panitia. Tapi itu sangat prematur” ucap Anto, warga setempat

Namun karena jumlah DPT yang terlalu banyak dan warga semakin membludak berharap mendapat giliran lebih dahulu, situasi pun mulai tak terkendali.

“Jumlah pemilihkan sangat banyak. Kalau pakai aturan yang ditetapkan panitia jelas memakan waktu lama. Sementara pemilih berlomba berharap bisa menggunakan haknya lebih cepat. Makanya ricuh. Ini salah panitia yang tak profesional” kecamnya.

Situasi semakin diperkeruh saat pendukung masing-masing calon terlibat pro kontra dalam menyikapi ketidaksiapan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD).

Alhasil, proses pencoblosan dihentikan. Camat Tanjungmorawa Edy Yusuf bersama Kapolsek Tanjungmorawa AKP Fredli Parlidungan beserta sejumlah personil kepolisian pun turun ke lokasi.

Sementara, Ketua P2KD Amilan Sirait ketika dikonfirmasi enggan berkomentar terkait kericuhan itu.

Sementara, setelah dihentikan selama setengah jam, proses pencoblosan dilanjutkan kembali hingga selesai setelah pihak Muspika mengimbau masyarakat untuk tertib. OS-08

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here