Onlinesumut-MEDAN : Gelombang unjukrasa mengecam keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengatakan “Yerussalem Ibukota Israel” terus terjadi di Indonesia.

Sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, Medan juga tak ketinggalan. Konsulat Jenderal Amerika Serikat di gedung Uni Plaza di Jalan MT Haryono pun menjadi sasaran aksi massa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus.

“Putuskan hubungan Bilateral Indonesia – Amerika Serikat, Donald Trump adalah Simbol Kebiadaban,” teriak ratusan mahasiswa dalam aksi yang berlangsung Senin (12/12/2017).

Massa yang terdiri dari Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Persatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) ini juga turut menerikkan “Usir Amerika”.

Bendera Sang Merah Putih turut dikibarkan sebagai bentuk Indonesia mengecam keras keputusan kontroversial Presiden Trump tersebut.

“Kedatangan kami meminta kepada Konjen AS untuk menyampaikan aspirasi terkait pernyataan Donald Trump, yang telah melanggar perdamaian dunia,” kata Koordinator Aksi, Septian Fujiansyah.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia harus menjadi garda terdepan dalam proses perdamaian antara Israel dan Palestina, dan warga Indonesia untuk membaikot segala produk-produk Amerika Serikat.

“Pernyataan sikap ini sebagai bentuk kecaman keras kami terhadap Amerika Serikat,” tegas Septian.

Emosi massa sempat tersulut karena pihak Konsulat Amerika tak kunjung menggubris aksi tersebut.

“Kami memberikan waktu 20 menit untuk perwakilan Konjen Amerika menemui kami. Jika tidak, kami akan masuk paksa,” teriak Ketua PC PMII Kota Medan, Boby Dalimunthe.

Aksi panjat pagar, memukul-mukul pembatas dan rambu lalulintas yang ada di depan pintu masuk Uni Plaza sempat berlangsung lama.

Di lokasi aksi terlihat ratusan personel gabungan yang terdiri dari Polda Sumut, Polrestabes Medan dan jajarannya, serta dari Brimob mencoba meredakan emosi mahasiswa yang meluap.

Untuk mendukung Palestina, Indonesia bersama dengan negara-negara muslim lain yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akan mengadakan sidang khusus untuk membahas masalah tersebut. Presiden Joko Widodo telah menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam pertemuan tersebut. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here