Onlinesumut-MEDAN : Untuk kesekian kalinya, kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) di Jalan Diponegoro Medan, kembali menjadi sasaran aksi buruh.

Kali ini, ratusan buruh dari sejumlah organisasi Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Serikat Pekerja Industri (SPI) yang turun ke jalan.

Mereka menuntut Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2018 daerah Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan naik dari apa yang tertera di atas PP 78 Tahun 2015.

“Kami minta Gubsu menyejahterakan kami para buruh” teriak massa dalam aksi yang berlangsung Senin (12/12/2017).

Para buruh juga mengaku sudah lelah dan tak tahu lagi harus mengadukan nasib mereka kemana.

“Karena itu, kami mendesak Gubsu menandatangani rekomendasi UMK 2018 untuk Deli Serdang naik 9,17 persen dan Medan naik 10,12 persen dari UMK 2017,” kata Tony, selaku koordinator aksi.

Karena, lanjut buruh, sejak PP Pengupahan No78 Tahun 2015 disahkan, semakin tidak pastilah cita-cita buruh untuk mendapatkan upah layak yang sudah bertahun-tahun diperjuangkan.

“Peralihan kekuasaan presiden dari tangan rezim ke rezim ternyata tidak membawa perubahan nasib klas buruh untuk mendapatkan upah yang lebih manusiawi,” teriak Tony geram.

Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengamanatkan bahwa Setiap Pekerja/Buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Undang-undang tersebut menjamin bahwa setiap Pekerja/Buruh berhak mendapat upah yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga.

“Kenyataannya kami para buruh dibuat menderita. Kami tidak minta kaya, kami hanya minta sejahtera,” pekik Tony.

Satu jam berlalu, ratusan buruh masih ditelantarkan dan tak kunjung diindahkan segala tuntutannya sontak naik pitam.

Mereka mencoba menerobos masuk ke halaman kantor Gubernur Sumatera Utara. Aksi dorong antara buruh dengan pihak kepolisian pun tak terhindarkan meski tidak berlangsung lama. Tony, selaku koordinator aksi mencoba menenangkan rekan-rekannya.

“Tenang kawan-kawan, kita datang kesini secara baik-baik,” teriak Tony dengan pengeras suara.

Menyikapi aksi ratusan buruh, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara Fransisco Bangun, Kabid Industrial Disnaker Sumut, Maruli Silitonga dan Staf ahli gubernur Sumut, bidang pendidikan dan kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, Amran utheh mencoba melakukan perundingan dengan perwakilan ratusan buruh.

“Minggu ini kita usahakan sudah ada keputusan tentang kejelasan usulan baik Medan maupun Deli Serdang,” janji Frans. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here