Onlinesumut-TARUTUNG : Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, saat bersilahturahmi ke HKBP Pearaja di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara mengatakan, pada 1990-an Indonesia adalah role model kerukunan umat beragama di dunia.

“Ini harus dipertahankan. Sampai hari ini, derajat kerukunan umat beragama di Indonesia masih sangat baik,” kata Din kepada wartawan, Rabu (6/12).

Dia menginjakkan kakinya di Tarutung, sekalian menghantarkan sahabatnya Ketua Umum Punguan Simbolon Boruna Indonesia (PSBI) Effendi MS Simbolon pulang kampung. Menurut Din, silahturahmi dan dialog antar agama sangat penting, tujuannya tidak untuk membeda-bedakan satu agama dengan agama tapi mencari persamaannya.

“Kita berbeda, tapi mari kita hidup berdampingan dengan damai di Indonesia. Meski kita berbeda kita tetap bersaudara,” katanya lagi.

Kunjungannya ke pemuka agama Kristen Batak Protestan untuk membuang semua sentimen dan ketersinggungan antar kedua agama yang sering terjadi. Padahal kedua agama ini berasal dari rumpun yang sama, yakni Nabi Ibrahim AS dan kedua istrinya Siti Hajar dan Siti Sarah. Din mengajak umat kudua agama merajut kerukunan.

“Dialog agama tidak harus mengikuti ibadah setiap agama. Dalam Islam diajarkan, ‘Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.’ Jadi, mari kita bergembira dalam perayaan dan upacara hari besar keagamaan,” tegasnya.

Ephorus HKBP Dr Darwin Lumbantobing mengatakan, HKBP sangat mengapresiasi kehadiran Din Syamsuddin. Baginya, Din adalah pemersatu kerukunan umat beragama secara nasional yang dipercaya Presiden Joko Widodo. Darwin bilang, HKBP selalu bersilahturahmi dengan umat agama Islam dan agama lainnya.

“Agama Kristen dan Islam berbeda, namun jangan perbedaan yang terus dicari-cari, cari persamaan agar terjadi kerukunan di NKRI ini,” ucapnya.

Sementara Effendi Simbolon sangat mengapresiasi kehadiran Din Syamsuddin ke kampung halamannya. Kata Effendi, toleransi antar umat beragama dan etnik di Indonesia sangat tinggi.

“Sumut bisa menjadi role model untuk di Indonesia terkait telorensinya. Dialog antar agama akan memberikan kekondusifan dan keharmonisan. Tidak ada perbedaan yang akan memecahbelah persatuan kita,” tegas dia. OS-02

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here