Onlinesumut-MEDAN : Anggun (23) istri dari Feri (33) pelaku penganiayaan dan penyerangan rumah serta penembakan rumah warga, hingga Rabu (6/12/2017) tak kunjung ditangkap Polsek Medan Area.

Padahal, wanita yang terkenal licik dan sebagai pengedar sabu di lingkungannya ini jelas-jelas sebagai provokator dan turut serta melempar kaca rumah milik korbannya hingga pecah. Bahkan para saksi sudah diperiksa dan barang bukti sudah diserahkan ke pihak kepolisian.

Merasa dirugikan, keluarga korban mencari keadilan dan ketegasan aparat penegak hukum yang tidak juga menahan Anggun. Menyikapi keluhan dan trauma keluarga korban, Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (PuSHPA), Muslim Muis, angkat bicara.

“Kalau sudah begini, kita minta Kapolda untuk mengambil alih kasusnya (kasus penyerangan, penganiayaan dan penembakan) yang dilakukan secara bersama-sama. Patut diduga Polsek Medan Area telah berpihak kepada terlapor (pelaku) kalau memang tidak bisa menahan pelaku sebagai pengrusakan dan pelemparan rumah hingga kaca rumah korban pecah,” kata Muslim.

Dijelaskannya, Indonesia sebagai negara hukum menjadi tidak terlindungi. Apalagi tugas polisi melindungi, mengayomi dan melayani, sudah jelas undang-undang kepolisian. “Kalaulah kita tidak dilindungi, tidak diayomi dan tidak dilayani, berarti harus dievaluasi kinerja Kapolsek Medan Area,” ujarnya.

“Istri pelaku harus segera ditangkap. Karena yang bersangkutan biang keladi sebagai provokator dan melempari kaca rumah korban. Terserah pelaku (Anggun) mau buat laporan atau tidak membuat laporan, itu pembuktiannya nanti. Yang penting dia ditangkap terlebih dahulu. Masa alasannya tidak ditangkap karena membuat laporan, tidak ada itu,” tegasnya.

Masih kata Muslim, alasan seseorang tidak ditangkap yakni tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan tidak mengulangi tindak pidana. “Ini tidak, masa tidak jadi ditahan karena buat laporan. Itu tidak ada dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Jadi kita minta untuk belajar lagi polisinya,” katanya.

Kapolsek Medan Area, Kompol Hartono, maupun Kanit Reskrim Iptu Rudi Silalahi, ketika dikonfirmasi tidak bersedia menjawabnya.

Sebelumnya, pelaku Anggun tak senang ditegur korban Arvin Yunanda (34) agar jangan bermain judi di rumahnya di Jl. Rahmadsyah Gg. Makmur, Komat I, Medan Area, Rabu (29/11). Selain itu, rumah papan bertingkat tersebut kerap dijadikan sebagai tempat memakai narkoba.

Merasa terusik, setelah itu Anggun menelepon suaminya dan menghasut suaminya (Feri) bahwa dirinya dikeroyok dan menyuruh untuk datang ke rumahnya. Setengah jam kemudian, Feri datang bersama Ivan dan menghajar dan menikam abang kandung Ardi Yanuar wartawan harian terbitan medan. Sementara Anggun melempar kaca rumah korban hingga pecah.

Namun, tak sampai disitu, Feri membawa kawan-kawannya lagi berkisar 20 orang bersenjata tajam dan membawa pistol menyerang rumah korban, Kamis (30/11) dinihari. Dengan keberingasannya para pelaku menembaki pintu rumah korban sebanyak tiga kali menggunakan senjata airsoftgun. OS-03

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here