Onlinesumut-MEDAN : Urusan memposisikan pejabat baik dari tingkat Eselon IV, III sampai II di Medan, dikabarkan tak hanya menjadi wewenang penuh Dzulmi Eldin, sebagai Walikota Medan.

Karena dibalik jabatan yang kini diembannya, sang istri Rita Maharani disinyalir kerap campurtangan dan intervensi dalam mendudukkan jajaran pejabat teras di dinas-dinas ‘basah’. Tentunya orang yang ditunjuk adalah orang yang loyal kepadanya.

Beredar isu, salahsatu pejabat yang tak lepas dari peran Ketua Penggerak PKK Kota Medan itu berinisial ZA. Di tengah tarik ulur siapa pejabat yang akan menggantikan posisi Sekretaris Dinas (sekdis) Pertamanan yang lowong sejak ditinggal Nurly, laju mantan Camat itu justru tak terbendung.

Dengan mudahnya, ia bisa menduduki kursi orang nomor dua di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut. Padahal sejumlah nama berkompoten jebolan STPDN sempat mencuat untuk merebut posisi itu.

Pada Juli 2017 lalu, ZA pun resmi dilantik menduduki posisi Sekretaris Dinas yang kini dilebur menjadi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Kota Medan.

4 bulan menjabat, desas desus siapa sosok ZA rupanya masih jadi perbincangan hangat di Pemko Medan.

“Kalau bicara Sekdis itu, dialah orang yang dulu paling dekat dengan Pak Rahudman waktu jadi walikota Medan. Waktu itu Pak Eldin ini wakil, mana dianggapnya ini sebagai pimpinannya” cibir seorang ASN di Pemko Medan seraya dibenarkan sejumlah rekannya sesama pegawai lain, Kamis, 30 November 2017.

Padahal, lanjut sumber, pejabat yang sejajaran dia waktu menjabat Camat, rata-rata tahu bagaimana bahasanya kerap mengolok-olok Pak Eldin.

“Gak ada hormatnya dulu ama Pak Eldin ini. Entah apa-apa bahasanya kalau pak wali yang sekarang lewat didepannya. Ah ngeri kalo ngejeknya, sampai ke fisik juga” bebernya.

Tapi untuk urusan ‘cari muka’ dan ‘menjilat’ para ASN ini menuding kalau ZA memang jagonya.

“Wartawan pasti ingatlah pas Pak Rahudman disidang beberapa kali dia nangis. Eh giliran vonis dia sudah balik gagang uda dekat-dekat Pak Eldin yang saat itu sudah Plt karena Rahudman Walikota non aktif” ucapnya.

“Makanya kita gak heran kali dia bisa aman sekarang. Kami dengar memang gak mudah dia dekati Pak Eldin, makanya dia nempel ke buk Rita, berhasil pulak. Padahal pejabat kek gini bahaya lho. Tukang jilat, tak ada setianya” tambah sumber.

Para ASN di Pemko Medan pun berharap agar Dzulmi Eldin lebih selektif dalam mendudukkan jajaran pejabat teras di SKPD nya.

“Ya Pak Wali harus lebih hati-hati mendudukkan orang di posisi tertentu. Jangan sampai pula jadi duri” harap mereka.

Sementara, beberapa pegawai di Disbertam Medan juga terdengar mulai mengeluh.

“Takut juga kami cerita macam-macam. Dia (Sekdis) orang buk wali. Tapi ampunlah gayanya sudah melebihi Kadis sejak jadi Sekdis ini” ujar seorang pegawai di Kantor Disbertam. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here