Onlinesumut-MEDAN : Perancang busana papan atas Indonesia yang terkenal dengan kebaya-nya Anne Avantie menceritakan kisah inspiratifnya selama 28 tahun berkarya di bidang fashion design kepada ratusan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Medan. Anne datang memenuhi undangan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kota Medan Rita Maharani.

Dalam acara bertajuk Seminar Pelaku UKM Kota Medan, kisah inspiratif Anne diharapkan menginspirasi dan memotivasi para pelaku UKM untuk lebih maju dan berkembang. Bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, 300 pengrajin UKM usai mengikuti kegiatan tersebut akan karya-karya berkualitasnya.

Anne bercerita, dirinya hanya tamatan SMP, kunci utama kesuksesan yang diraihnya adalah percaya diri akan talenta dan bakat yang dimiliki. Dia juga mengungkapkan masa lalunya yang penuh kepahitan, tapi malah kepahitan hidup itu yang membuatnya bangkit.

“Selain bakat, juga harus didukung dengan inovasi, percaya diri dan tidak iri terhadap orang lain,” kata ibu empat anak itu, Kamis (16/11).

“Kalau kita punya produk yang sama dengan orang lain, kita harus lebih kreatif menghasilkan produk yang memiliki ciri khas tersendiri.

“Jangan pernah pesimis, rezeki itu sudah diatur Tuhan. Ingat, rezeki kita tidak pernah tertukar dengan orang lain. Yang lebih penting lagi, kurangi persoalan-persoalan baik dalam rumah tangga maupun luar rumah sehingga ide kreatif bisa dieksplor. Serta terus kembangkan bakat yang dimiliki,” pesan Anne.

“Saya ingin masyarakat Kota Medan semakin berdaya menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai bagian dari entitas pembangunan kota. Kalau ekonomi kerakyatan semakin kuat, perekonomian Kota Medan pun semakin meningkat,” sambung Rita.

Menghadapi tuntutan Masyarakat Ekonomi Asean mewajibkan setiap daerah lebih mengembangkan potensinya untuk lebih memberi warna, terutama industri kreatif dan industri kecil menengah. Diperlukan inovasi-inovasi baru dalam mengembangkan UKM sebagai salah satu ikon di Kota Medan agar dapat bersaing di pasar regional Asean maupun dunia.

“Seminar ini merupakan momentum berharga, terutama bagi pengrajin UKM. Anne telah membuktikannya, tentu kita semua ingin menjadi seperti beliau, kan?” kata Rita.

Dia mengingatkan seluruh pengrajin UKM bersinergi dengan seluruh jajaran Tim Penggerak PKK dan Dekranasda Kota Medan.

“Semoga seminar ini memberikan manfaat bagi para pengrajin UKM, termasuk perkembangan ekonomi kreatif di Kota Medan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, brand Anne Avantie mampu mengayomi ratusan UKM di seluruh Indonesia. Inilah yang membuat dia akhirnya membuka lapak jualan untuk para UKM di Indonesia dengan Pasar Tiban – Karya Anak Negeri. Pasar Tiban 11 bertajuk Indonesia Jiwaku pun digelar di Main & Wing Atrium, SUN Plaza Medan mulai 14 sampai 19 November 2017. Selain berbagi kisah perjalanan karirnya, Anne juga akan menampilkan seni melilit batik, kegiatan padu padan batik, serta Parade Show Terang Bulan. OS-02

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here