Onlinesumut-TEBINGTINGGI : Urusan nafsu, rupanya memang tak memandang umur. Usia lanjut yang semestinya lebih fokus pada akhirat, justru malah tetap mikirkan syahwat, tanpa peduli sekalipun urusan ‘bawah peru’ itu menyimpang.

Fakta inilah yang terjadi dengan seorang kakek ‘bau tanah’ di Kota Tebingtinggi, hingga membuatnya terpaksa membuatnya terancam menghabiskan masa tuanya di balik penjara.

Kasus yang membuatnya berurusan dengan pihak berwajib itu terungkap, setelah ia diduga melakukan pencabulan terhadap 10 orang bocah laki-laki. Modusnya, warga Desa Penggalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatera Utara tersebut menjadikan para korbannya sebagai anak angkatnya.

Kanit PPA Polres Tebing Tinggi Iptu Dhoria Simanjuntak mengatakan, aksi cabul yang dilakukan Syahril alias Trisno berupa oral sex terhadap 10 anak laki-laki yang masih dibawah umur.

“Modusnya pelaku berpura-pura sebagai dokter untuk melihat kemaluan setiap korbannya. Apakah sudah bisa disunat apa belum. Disitulah pelaku melancarkan aksinya dengan mengoral korbannya dan sebaliknya,” jelas, Iptu Dhoria Simanjuntak, Kamis 2 November 2017.

Ia mengungkapkan, sampai saat ini baru 10 orang anak yang diketahui menjadi korban. Ia pun menduga, korban lebih dari 10 orang. “Hingga saat ini baru 10 orang yang mengaku jadi korban. Tidak menutup kemungkinan akan bertambah korbannya,” ujarnya.

Akibat perbuatan cabul kakek berusia 67 tahun itu, salahsatu korbannya malah tidak mau sekolah lagi karena merasa malu dengan kejadian tersebut. Untuk itu, pihak kepolisian akan melakukan pendampingan untuk memulihkan psikologi anak tersebut.

Dhoria mengungkapkan, peristiwa ini terungkap ketika salah satu korban S,10 kedapatan oleh guru di sekolahnya saat melakukan oral sex dengan teman di kamar mandi sekolahnya. Hal itu pun diberitahukan kepada orang tua S.

Saat ditanyai, S mengaku sebelumya dirinya pernah melakukan hal serupa dengan pelaku. Orangtuanya pun terkejut dan melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib. Mendapatkan laporan dari keluarga korban, polisi pun langsung menjemput sang kakek cabul.

Kepada Polisi, sang kakek pun mengakui perbuatan cabulnya tersebut terhadap 10 orang bocah laki-laki dibawah umur. “Dia mengaku sudah melakukan hal itu selama tiga tahun,” ungkap Dhoria

Atas perbuatannya, kakek tersebut dijerat Pasal 82 auyat 1 Undang Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. “Ancamannya 15 tahun penjara,” tandasnya. OS-03

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here