Onlinesumut-BATUBARA : Dinilai lamban melaksanakan kewajiban kerjanya dalam penyampaian nota Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2018 Kabupaten Batubara kepada DPRD. Fraksi Golkar DPRD Batubara lalu meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batubara Sakti Alam Siregar dicopot.

Akibat keterlambatan itu, paripurna yang membahas soal KUA-PPAS tersebut harus tertunda dua kali. Padahal, paripurna seharusnya dilakukan pada Senin (23/10).

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Batubara Fahri Iswahyudi mengatakan, pihaknya meminta Sekda dicopot karena yang bersangkutan dianggap menyepelekan DPRD dalam penyampaian Nota KUA-PPAS RAPBD 2018 Kabupaten Batubara. Juga merasa dipermainakn oleh Sakti karena sebelumnya berjanji akan menyerahkan nota KUA-PPAS. Nyatanya tidak terealisasi hingga rapat paripurna harus di tunda dua kali.

“Rapat badan musyawarah menjadwalkan kembali paripurna, sekda berjanji besok sambil memastikan nota selesai dan bisa diajukan. Hasil rapat, paripurna kembali di tunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Fahri, Rabu (25/10).

Dalam rapat tersebut, lanjut dia, Fraksi Golkar melalui Suharto melakukan intrupsi agar Sekda Batubara dicopot karena tidak kooperatif dalam penyampaian notanya.

“Sejak Kabupaten Batubara berdiri, kejadian seperti itu baru kali ini terjadi. Fraksi Golkar menilai pihak eksekutif sepele memenuhi hajat hidup orang banyak. Salah satunya mengenai pembangunan 2018 di kabupaten ini,” ujar pria yang juga menjabat Ketua DPD AMPI Batubara ini.

Menurut Fraksi Golkar, pembahasan ini sangat penting dalam pembangunan di tahun mendatang. Kami akan segera merekomendasikan agar Sekda Batubara dicopot supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Dan merekomendasikan Plt Bupati Batubara lebih kooperatif dalam hal ini.
“Diharapkan kepada pihak eksekutif agar lebih menghargai lembaga legislatif,” tegas salah satu legislator termuda Fraksi Golkar ini. OS-03

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here