Onlinesumut-MEDAN : Kesurupan massal Senin (9/10/2017) terjadi di SMP Negeri 28 Medan di Jalan Karya Bersama No 17. Sedikitnya 40 orang siswa menjadi korban.

Menurut informasi, peristiwa itu terjadi para siswa tengah mengikuti pelajaran di ruang kelas. Tiba-tiba, satu persatu siswa menjerit dan berteriak hingga membuat suasana di sekolah gempar.

Aktivitas pendidikan pun mendadak dihentikan menyusul kesurupan itu terus menjalar hingga jumlahnya mencapai 40 orang siswa. Orangtua korban dan paranormal pun terpaksa dihadirkan pihak sekolah.

Sementara, peristiwa yang baru pertama terjadi ini diduga dampak dari ditebangnya sebuah pohon beringin di area sekolah tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh seorang paranormal yang berada di lokasi

“Penjaganya marah karena rumahnya sudah dirusak, akibatnya dia masuk ke badan anak-anak ini yang lemah. Mereka tidak terima kalau rumahnya diobrak-abrik karena mereka merasa tertanggung,” ucapnya saat mengobati siswi yang kesurupan.

Paranormal tersebut pun terus berkomunikasi dengan siswi yang kesurupan tersebut. “Sudah, jangan lagi ganggu anak-anak ini,” katanya kepada siswi kesurupan.

Terkait penebangan pohon tersebut, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 28 Medan, Horas Pohan mengatakan bahwa pohon tersebut ditebang pada Jumat, 6 Oktoer 2017 lalu.

“Ya, Jumat lalu saya tebang pohon itu. Karena menurut saya sudah lebat, maka saya tebang. Biar nampak rapi,” terang Horas Pohan.

Dirinya punĀ  kebingungan saat melihat puluhan siswinya kesurupan. “Saya heran, satu orang yang kesurupan dan merembet ke yang lain sehingga siswa-siswa pada berteriak semua,” jelasnya.

“Tapi, Alhamdulillah semua sudah bisa diatasi berkat bantuan guru, warga sekitar dan paranormal,” tandas Horas. 0S-04

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here