Onlinesumut-MEDAN : Persoalan papan reklame diduga berisi konten pornografi yang terpajang di atas pos polisi di persimpangan Jalan Hj Ani Idrus-Jalan SM Raja terus berbuntut panjang.

Kasus ini bahkan terus menjadi pusat perhatian, menyusul aksi unjukrasa gabungan yang digelar 18 Komisariat Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama LSM Penjara Sumatera Utara, pada Jumat 6 Oktober 2017 lalu.

Tidak itu saja, sebagai bentuk protes elemen masyarakat dan mahasiswa, mereka juga secara resmi telah melaporkan PT Sumo Internusa (PT SII) sebagai perusahaan advertising pemilik reklame ke Polrestabes Medan.

Sekretaris LSM Penjara Sumatera Utara, Feri Nofirman Tanjung kepada wartawan, Minggu (8/10) menegaskan, billboard yang mereka tuding berisi konten pornografi jelas sangat menyalah dan dianggap sebagai pelanggaran berat.

“Di saat pemerintah lewat aparat kepolisian sedang gencar-gencarnya menyatakan perang terhadap segala kasus pornografi yang jelas berpengaruh buruk pada mental anak bangsa, PT SII justru dengan seenaknya mencari keuntungan dalam masalah ini”kecam Feri.

Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan. Karena keberadaan papan reklame itu juga sangat-sangat meresahkan masyarakat.

“Sejak awal keberadaan pos polisi yang dibangun di atas trotoar saja sudan pelanggaran. Karena itu hak pejalan kaki. Kini di atas pos polisi itu pula dipajang reklame berisi materi spa yang jelas sangat tidak pantas itu. Apalagi reklame itu berdiri persis tak jauh dari Masjid PDAM Tirtanadi” teganya.

Untuk itu, sebagai tindaklanjut aksi yang sebelumnya telah mereka gelar ke Mapolrestabes Medan, DPRD Medan dan kantor MUI Sumut, gabungan organisasi ini juga mendesak reklame menyalah itu segera dibongkar.

“Kami juga meminta Kapolrestabes Medan bapak Sandy Nugroho yang kami tau sangat relijius, kami minta untuk membongkarnya dan segera membatalkan MoU dengan PT SII yang dibuat Kapolrestabes sebelumnya Kombes Mardiaz. Karenq kami nilai sudah menimbulkan kekisruhan dan keresahan di tengah masyarakat” pungkasnya.

“Untuk itu juga, kami akan terus pantau setiap perkembangan kasus ini sampai Polrestabes Medan betul-betul mengakomodir aspirasi kami. Karena kami akan kembali turun dengan massa lebih besar jika kasus ini tidak juga direspon. Kami akan kembali datangi Polrestabes, kantor MUI dan DPRD Medan” tandas Feri.

Unjukrasa yang digelar LSM Penjara Sumut ke Mapolrestabes Medan pekan lalu/ist

Sebelumnya, Ketua Umum PC IMM Kota Medan, Ridho Suwarno mengatakan, sebagai kaum intelektual, Ridho menyayangkan iklan tersebut di atas pos polisi.

“Iklan tersebut tidak mencerminkan budaya masyarakat yang madani sesuai visi misi Pemerintah Kota Medan. Papan reklame tersebut ditonton oleh masyarakat umum, pelajar, anak-anak kecil yang melintas di area tersebut,” kecamnya.

Karena itu, PC IMM Kota Medan dan 18 komisariat IMM Kota Medan meminta kepada Kapolrestabes Kota Medan agar memanggil, menahan dan menangkap Direktur Utama (Dirut) PT Sumo Internusa Indonesia Witaf Tanny.

“Kapolrestabes Medan agar memanggil, menahan dan menangkap Direktur Utama (Dirut) PT Sumo Internusa Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan Ridho Swardo baliho yang dibangun PT Sumo Internusa Indonesia diatas pos polisi tidak laik sebab pos polisi itu selalu menjadi perhatian masyarakat luas. Akibatnya sangat fatal pada anak-anak. Apalagi Medan adalah kota yang berbudaya.

“Mahasiswa menilai bilboard itu merusak pemikiran pelajar dan anak-anak dan muda. Pornografi jelas merusa moral anak bangsa. Karena itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan juga diminta mendesak Polrestabes Medan mencopotnya,” tegasnya. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here