Onlinesumut-MEDAN : Dinilai sah dan meyakinkan melakukan korupsi pada pemeliharaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) tahun anggaran (TA) 2014 senilai Rp 11 miliar, mantan kepala dinas Darwin Sitepu dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (2/10).

“Saya menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada Darwin Sitepu dengan pidana enam tahun penjara. Membayar denda sebesar Rp 500 juta, subsider 6 bulan kurang penjara. Terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti (UP) senilai Rp 3 miliar dengan ketentuan jika tidak membayar maka pidana penjara selama empat tahun,” kata Benhard, Senin (2/10).

Kepada majelis hakim yang diketuai Nazar Effendy di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Benhard mengatakan dirinya juga menuntut Samsir Muhammad Nasution selaku Bendahara Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sergai dengan enam tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 348 juta.

“Apabila terdakwa tidak mampu membayarnya, maka yang bersangkutan dipidana penjara selama tiga tahun. Keduanya dikenakan Pasal 3 ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 18 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap Benhard.

Usai mendengar tuntutan jaksa, kedua terdakwa melalui penasehat kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan nota pembelaan pada sidang selanjutnya.

Seperti diberitakan, Kejati Sumut menetapkan status tahanan kepada Darwin Sitepu dan Samsir Muhammad Nasution dengan dugaan kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 6,9 miliar. Berdasarkan audit penghitungan kerugian negara (PKN), dari total anggaran Rp 11 miliar. OS-04

 

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here