Onlinesumut-MEDAN : Jalan Baktiluhur Gang Sairun Nomor 9, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan mendadak heboh pada Kamis (28/9). Personel Kriminal Reserse Umum Polda Sumut yang melakukan penggerebekan, meringkus tiga pria yang menjadi terduga pelaku pembuatan SIM  Palsu.

Ketiganya adalah, Herman Pohan (34), sang pemilik rumah tempat SIM-SIM palsu diproduksi. Kemudian, Irwansyah Lubis alias Bokir (33), warga Jalan Merak Nomor 25, Kelurahan Seikambing B, Kecamatan Medan Sunggal. Herman dan Bokir tak punya pekerjaan tetap. Pelaku satu lagi adalah Ridha Fahmi Ismiadi (37), anggota Polri yang tinggal serumah dengan Herman.

“SIM yang mereka produksi sudah beredar sebanyak 46 lembar. SIM siap edar kita sita sebenyak 33 lembar dan yang sedang dalam proses sebanyak 100 lembar,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Ginting, Sabtu (30/9).

SIM yang diproduksi para pelaku mulai dari A sampai C. Untuk SIM C dihargai Rp 450.000 per lembar. SIM A seharga Rp 600.000 dan Sim B dihargai Rp 650.000. Modus yang dilakukan para pelaku dengan membeli berkarung-karung SIM bekas lalu menghapus foto dan indentitas yang tertera, kemudian membuatnya menjadi SIM baru.

“Dari tangan pelaku kita sita barang bukti berupa 80 SIM bekas yang telah dihapus foto dan indentitasnya, gunting, pisau, buku catatan nama pemesan, plastik laminating, daftar SIM beserta nomor ponsel pemesan, 17 lembar photocopy indentitas kasat lantas Polrestabes Medan yang terdapat tanda tangannya dan rol besi ukuran 30 centimeter,” ungkap Rina.

Katanya, saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan di Dit Reserse Umum Polda Sumut. Jika terbukti melakukan pemalsuan surat, para pelaku akan dikenakan Pasal 264 dan 266 KUHPidana. OS-03

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here