Onlinesumut-MEDAN : Naiknya tarif air sejak Mei 2017 tidak diimbangi dengan pelayanan yang baik dari PDAM Tirtanadi Medan, malah semakin mengecewakan. Padahal, alasan direksi menaikkan tarif air untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Janjinya, air tidak akan keruh, berbau busuk, macet dan mati.

“Seminggu ini air mati dan keruh. Padahal petinggi PDAM Tirtanadi selalu berjanji kepada masyarakat, khususnya sama kami Pemuda Muhammadiyah bahwa kenaikan tarif akan berbanding lurus dengan perbaikan pelayanan,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumut, Basir Hasibuan, Sabtu (30/9).

Tidak ada jaminan kualitas untuk air minum, bahkan untuk mandi saja tidak layak. Jumlah keluhan pelanggan pasca kenaikan tarif air semakin bertambah. Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga negara yang harus dijamin negara, dalam hal ini didelegasikan kepada gubernur. Harusnya gubernur mampu menjamin ketersediaan air bersih warganya.

“Mendahulukan fungsi sosialnya daripada kepentingan pribadi direksi dan dewan pengawas. Penyertaan modal yang diberikan Pemprov Sumut harusnya mendorong PDAM Tirtanadi untuk melayani pelanggan secara maksimal. Bukan malah digunakan menambah pundi-pundi penghasilan pegawainya,” ucap Basir.

Dia bilang, direksi PDAM Tirtanadi sejak dilantik tidak memiliki kinerja yang lebih baik, bahkan evalusi yang dilakukan lebih buruk dibandingkan direksi sebelumnya. Setali tiga uang, dewan pengawas pun dianggap mandul melakukan pengawasan dan terkesan hanya makan gaji buta. Idealnya momentum ini dijadikan gubernur untuk melakukan perombakan dengan mengganti direksi sebelum BUMD ini semakin terpuruk.

“Tidak ada alasan gubernur mempertahankan direksi sekarang. PDAM Tirtanadi tidak butuh direksi yang arogan dan mencari kambing hitam, sedangkan kinerjanya nol besar, tidak punya daya inovasi,” ungkapnya.

Masalah air adalah masalah penting. Dia bilang, untuk apa mempertahankan direksi saat ini kalau pelayanan semakin buruk sedang biaya yang dikeluarkan masyarakat semakin besar. Dirinya khawatir akan menimbulkan kemarahan masyarakat kepada Pemprov Sumut.

“Gubernur tidak boleh membiarkan pelayanan PDAM Tirtanadi semakin buruk, masyarakat akan menilai kegagalan direksi saat ini adalah kegagalan gubernur,” tegas Basir. OS-03

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here