Onlinesumut-MEDAN : Hubungan kerja sama antara Sumatera Utara dengan Negara China sudah lama berlangsung. Semakin meningkat dengan hadirnya asosiasi provinsi bersaudara antara Pemerintah Provinsi Sumut dengan Provinsi Guangdong. Bidang ekonomi terdongkrak naik berkat ekspansi investasi berbagai perusahaan China di Sumut.

“Iklim investasi yang bersahabat bagi investor asing terus kita tingkatkan. Saat ini, ada 13 perusahaan berasal China yang berinvestasi di Sumut, mulai proyek jalan tol sampai pembangkit listrik,” kata Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi, Jumat (29/9).

Proyek jalan tol yang dibangunnya adalah jalan tol Medan-Kualanamu. Sementara proyek pembangkit listrik, ada dua investor Negeri Ginseng yang menanamkan modalnya yaitu pembangkit listrik sebesar 2X150 megawatt di Kawasan Industri Medan (KIM) dan pembangkit listrik tahap satu sebesar 2X250 megawatt di Pangkalansusu, Kabupaten Langkat.

“Saya harap dapat dilanjutkan terus. Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua negara, juga memberikan dampak positif bagi kawasan dan dunia. Momentum peringatan 68 tahun berdirinya Republik China dapat memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang di Sumut,” ucap Erry.

Konsulat Jenderal Republik China di Medan, Sun Ang mengatakan, perayaan negaranya adalah yang pertama baginya sejak bertugas di Medan. Dia berterima kasih kepada seluruh pihak atas usaha dan kerja sama Tiongkok dan Indonesia. Saat ini, katanya, Tiongkok sudah menjadi masyarakat ekonomi terbesar kedua dunia yang memiliki industri manufaktur, hak paten dan perdagangan terbesar.

“Tahun ini adalah yang ke-67 tahun Tiongkok dan Indonesia membangun hubungan diplomatik. Kami akan terus memperluas kerja sama di berbagai bidang, khususnya di Sumut,” ujar Sun Ang. OS-03

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here