Onlinesumut-MEDAN : Polrestabes Medan dan jajarannya masih berusaha mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan terhadap dua pekerja transportasi daring (berbasis online) di dua lokasi berbeda yakni di Jalan Juanda Medan dan Jalan Sempurna Medan.

“Sudah kita kumpulkan seluruh bukti-bukti. Saat ini kita tengah bekerja keras untuk menangkap para pelakunya,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah, Minggu (24/9/2017) sore.

Adapun dua pengendara dan pengemudi online tewas dibunuh perampok, yakni Ridwan Limbong (33) warga Jalan Palem 9, Desa Helvetia, Kecamatan Helvetia, pengemudi ojek daring yang tewas dalam aksi perampokan yang dilakukan empat pemuda saat ia melintas di Jalan Juanda, tepatnya di Bundaran Pardede, pada Sabtu (23/9/2017) dini hari.

Korban dirampok saat hendak mengantarkan penumpangnya. Dalam kasus ini personel Polsek Medan Baru berhasil membekuk satu orang pelaku bernama, Mailando Dewantoro (24) dan kasusnya tengah dalam pengembangan untuk menangkap tersangka lainnya yang masih melarikan diri (buron).

Sedangkan hari ini, Minggu (24/9/2017) dinihari kasus perampokan terhadap pengemudi daring juga dialami David Julher Simanjuntak, warga Jalan Kemiri II, Kecamatan Medan Kota yang tewas bersimbah darah lalu mayatnya di buang ke dalam parit di Jalan Sempurna, Kota Medan.

Saat ditemukan oleh warga, kondisi korban cukup mengenaskan karena banyak luka bacokan di kepala korban hingga meninggal dunia.

Untuk kasus ini terbilang cukup sadis. Pasalnya, para pelaku yang diduga berpura-pura penumpang taxi online milik korban, membuang jasad korban ke selokan di Jalan Sempurna. Tak hanya itu mobil Toyota Avanza warna putih BK 1281 BP yang biasa digunakannya dalam mencari nafkah, turut dibawa kabur oleh pelaku.

Personel Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota yang mengetahui aksi perampok hingga menyebabkan korbannya meninggal langsung turun ke lokasi melakukan penyelidikan.

Terkait maraknya terjadinya perampokan terhadap para pengendara dan pengemudi aplikasi online, kata Febri, dikarenakan kurangnya antisipasi dan kewaspadaan. Sebab para pengemudi dan pengendara online itu tidak mengetahui apakah penumpang pelaku kejahatan atau tidak.

Tak hanya itu, aksi perampokan berujung pembunuhan dikarenakan mereka (pengemudi online) bekerja hingga dinihari yang merupakan waktu rawan terjadi aksi tindak kriminal.

“Pelaku masih kita kejar. Mohon doanya agar para pelaku secepatnya ditangkap. Aksi yang dilakukan sudah meresahkan masyarakat,” pungkas perwira berpangkat melati dua itu. OS-05

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here