Onlinesumut-MEDAN : Puluhan orangtua siswa SMA Negeri 13 Medan di Jalan Kanal, Medan Johor, Jumat (15/9/2017) menggelar aksi protes ke sekolah.

Protes ini mereka lancarkan, menyusul keluarnya surat edaran tentang dikeluarkannya 77 orang siswa kelas 1 yang dituding masuk lewat jalur siluman.

Sebagai bentuk kekecewaan, para orangtua siswa ini langsung melakukan sweeping ke ruang kepala sekolah untuk mempertanyakan kebijakan yang dianggap menyalah.

“Kami tidak terima anak-anak kami dipecat. Sudah berjalan 3 bulan anak kami sekolah” teriak para orangtua tersebut.

Aksi para orangtua ini mungkin tidaklah berlebihan, karena ini menyangkut mental anak mereka di masa depan.

“Ini bukan solusi, melainkan ekskusi. Jangan korbankan anak kami hanya karena kepentingan” sebut Ade, salahseorang orangtua siswa kepada Onlinesumut.

Apalagi, lanjutnya, kebijakan itu terjadi di saat sekolah sudah berlangsung hampir penuh 1 semester dan hanya ditandatangani Hamzah Ram, seorang pelaksana harian kepala sekolah.

“Tuduhan pihak sekolah yang mengatakan anak kami masuk ke sekolah ini lewat jalur siluman tidak berdasar. Karena anak kami semua tercatat sebagai peserta PPDB online dan sudah tercatat dalam SK data pokok pendidikan” cetusnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komite SMAN 13 Medan M Ishaq yang mendukung sikap para orangtua siswa.

“Mohon dinas pendidikan provinsi menunjukkan mana yang mereka katakan kelas atau siswa siluman itu. Karena sebelum surat Plh kepsek keluar, tidak ada masalah di sekolah ini dan tidak ada yang merasa dirugikan” tandasnya.

Ironisnya, Plh Kepsek Hamzah Ram yang diharapkan hadir menemui para orangtua siswa, justru mendadak mangkir. Sementara, sejumlah personil kepolisian dari Polsek Delitua terlihat berjaga di sekitar sekolah. OS-01

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here