Onlinesumut-Batubara: Sejumlah aktivis anti korupsi di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) mengadakan syukuran pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, Kamis (14/9).

Syukuran yang dilakukan pun tergolong cukup unik, para aktivis mencukur rambutnya sampai gundul. Tak hanya itu, acara syukuran itu juga diramaikan dengan alunan musik dari organ tunggal yang memang sengaja disiapkan.

Salah seorang aktivis anti korupsi Arsyad Nainggolan mengatakan, aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk dukungan kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Batubara OK Arya yang telah menjabat dua periode itu.

“Aksi ini merupakan simbol bersih-bersih di pemerintahan Kabupaten Batubara dari segala bentuk korupsi,” ujar Arsyad.

Mereka juga meminta KPK tidak berhenti pada kasus OTT yang baru saja dilakukan. Tetapi, juga harus mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya, seperti hilangnya kas daerah sebesar Rp 80 miliar yang terjadi pada tahun 2010.

Dalam aksi yang digelar tak jauh dari kantor bupati Batubara tersebut, tiga orang aktivis mencukur rambutnya hingga gundul.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penyidik KPK melakukan OTT terhadap tujuh orang di kantor bupati Batubara, Rabu (13/9).

Dari tujuh orang tersebut, satu diantaranya adalah bupati Batubara OK Arya Zulkarnain. Ketujuh orang tersebut di OTT terkait pengurusan sejumlah proyek di Batubara. OS4

 

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here