Onlinesumut-DAIRI : Kebebasan sebagai warga negara untuk memilih siapa calon pemimpinnya ternyata masih belum terwujud sepenuhnya.

Intervensi-intervensi dari pihak tertentu masih terjadi, terlebih terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN). Fenomena ini ditemui saat tim Onlinesumut.com melakukan survey Pilkada di Kabupaten Dairi.

Setiap ASN yang ditemui tim survey Onlinesumut.com menolak, bahkan cenderung ketakutan menjadi untuk mengisi kuesioner. “Jangan sayalah, masyarakat yang lain saja. Payah nanti,” ujar salah seorang pria yang tidak ingin disebut namanya, Sabtu (27/8/2017).

Seakan-akan ada momok yang mengancam dibalik sikap yang ditunjukkan masyarakat Kabupaten Dairi yang menyandang status ASN. Padahal tim menjamin, informasi yang diberikan akan dirahasiakan.

ASN lainnya yang ditemui juga bersikap serupa. Bahkan ia mengaku merupakan korban kesewenangan pihak tertentu. “Maaf ya pak, yang lain saja. Saya tidak bisa. Saya salah satu yang terdampak dari Pilkada,” paparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sikap yang ditunjukkan itu dilakukan para ASN untuk mencari aman. Karena, jika ada yang mengetahui pilihan mereka tidak sesuai dengan keinginan pihak tertentu maka akan berimbas dengan karir mereka.

Fenomena yang ditemukan ini tentunya menguak masih adanya intervensi terhadap para ASN. Dimana para penguasa menggunakan kekuasaannya untuk mengatur para ASN untuk tujuan tertentu. 0S-4

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here