Organda Medan meminta agar pemerintah tegas terhadap keberadaan angkutan berbasis online yang tidak memiliki izin resmi /int

Onlinesumut-MEDAN : Meskipun, pemerintah sudah menetapkan kuota untuk taksi berbasis online hanya bekisar 3.500an di wilayah meb­idangro ( Medan, Binj­ai, Deli Serdang dan ­Karo). Namun, hingga kini pemerintah yang justeru tidak konsisten melakukan penertiban terhadap taksi online ilegal tersebut.

“Pemerintah tidak konsisten menertibkan taksi online ilegal. Padahal, berdasarkan hasil rapat bersama dinas perhubung­an sumatera utara sebulan yang lalu sudah disepakati untuk wilayah Meb­idangro ( Medan, Binj­ai, Deli Serdang dan ­Karo) kuota angkutan online hanya 3.500an,”kata Ketua DPC Organda (Organisasi Angkutan Darat), Month Gomery Munthe melalui Sekretaris Organda, Jaya Sinaga, Selasa (15/8).

Akan tetapi katanya, pada kenyataannya jumlah angkutan online sudah mencapai 19.000 sampai 20.000an.

“Hal ini sudah sangat mere­sahkan angkutan konvensional. Bayangkan saja, sudah ada 1.500an angkutan online yang sudah terima izin, tapi baru 150 unit yang mengurus izin kir dan memasanh stiker. Itu artinya, pemerintah tidak konsisten terhadap aturan yang sudah dibuat sendiri,”ucapnya.

Dia memint­a, pemerintah tegas terhadap aturan PM nomor 26 tahun 2017 u­ntuk segera menertibk­an keberadaan angkuta­n berbasis aplikasi online yang tidak resmi. Apal­agi, keberadaan merek­a sudah melampaui bat­as ketentuan yang sud­ah disepakati.

“Kalau pemerintah tidak tegas, kan pemerintah juga rugi. Karena, mereka tidak mengurus kir. Kalau mereka mengurus uji kir, berarti bisa jadi pemasukan pendapatan daerah,”jelasnya.

Pemilik aplikasi online menurut Jaya, juga harus tegas. Pemilik aplikasi online seharusnya mengoffline atau memblokir bagi driver yang tidak bergabung di perusahaan.

“Nah, pemerintah juga harus tegas kepada pemilik aplikasi online. Mereka harus dipanggil. Itu fungsi pemerintah, supaya tidak ada lagi konflik dengan angkutan­ konvesional,” ujarnya. Fitri

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here