Alamsyah alias Achen di Pengadilan Negeri Medan/Iem

Onlinesumut – Medan – Achmad Sayuti menjadi ketua majelis hakim dengan terdakwa Alamsyah alias Achen di Pengadilan Negeri Medan. Dia menjatuhkan vonis yang sangat jauh dari tuntutan jaksa yaitu 20 tahun bui, denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan. Pasalnya, terdakwa terbukti memiliki dan mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 8 kilogram. Melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas vonis itu, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Medan, Taufik kepada wartawan mengatakan, pihaknya mengajukan banding. Alasannya, vonis tersebut sangat jauh dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu pidana penjara seumur hidup.

“Instruksi pimpinan, kami mengajukan upaya hukum banding terhadap terpidana. Kalau jauh dari tuntutan, kita harus banding. Kita harus pertahankan dakwaan dan pasalnya,” katanya, Jumat (11/8).

Alamsyah terjerat kasus narkoba bersama empat terdakwa lain (berkas berbeda) yang sedang menunggu tuntutan jaksa. Keempatnya adalah Ayau, Hartono, Yanto alias Asiong dan Jasmari alias Jimtek. Terdakwa Ayau adalah narapidana yang sedang menunggu eksekusi untuk dihukum mati karena menjadi terpidana kasus kepemilikian narkotika jenis sabu sebanyak 270 kilogram. Dia divonis hukuman mati bersama tiga rekannya oleh ketua majelis hakim Ahmad Shalihin pada 23 Juni 2016 lalu.

Keempat tangkapan Badan Narkotika Nasional (BNN) itu adalah: Ayau (41) dan Daud alias Athiam (48) keduanya warga Bengkalis, Riau. Kemudian pengusaha jasa pengiriman Lukmansyah Bin Nasrul warga Dumai, Riau. Dan petugas keamanan Jimmy Syahputra Bin Rusli warga Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Iem

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here