Kepala BNNP Sumut Brigjen Andi Loedianto bersama General Manager Pertamina MOR I Erry Widiastono /risto

Onlinesumut-Medan : General Manager Pertamina MOR I Erry Widiastono mengungkapkan, sinergitas PT Pertamina dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) merupakan komitmen perusahaan dalam mencegah dan menyelamatkan dari bahaya narkoba.

Bahkan, pihaknya pun komitmen tidak akan mentolelir atas penyalahgunaan narkoba, khususnya para pekerja.

“Sanksinya pun sudah jelas di dalam aturan perusahaan, yaitu PHK,” ungkap Erry usai sosialisasi bahaya narkoba bagi pekerja Pertamina bertajuk “Insan Pertamina Anti Narkoba, Wujud Nyata Pertamina Mendunia”  bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Pertamina Medan, Jalan Kolonel Yos Sudarso, Rabu (9/8/2017).

“Kita akan membuat komitmen atau fakta integritas secara simbolis antara saya dengan serikat pekerja Pertamina. Komitmen ini juga berlaku kepada semua pekerja maupun pegawai MOR I,” imbuh Erry.

Menurutnya, sejauh ini belum ada kedapatan pegawai yang dipecat karena mengkonsumsi narkoba. Untuk itulah dilakukan sinergi agar hal itu tidak terjadi. Kerjasama yang dilakukan dengan BNN, tidak hanya mencakup di Sumut tetapi juga wilayah MOR I yaitu Sumatera Bagian Utara antara lain Aceh, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau.

“Penyalahgunaan narkoba sudah meluas dan masuk ke berbagai aspek kehidupan bangsa ini. Termasuk juga, kemungkinan di Pertamina khususnya MOR I. Kemungkinan kita tidak tahu bahwa bahaya narkoba ini sudah masuk di lingkungan kita sendiri. Oleh karena itu, maka harus segera dilakukan upaya pencegahan,” papar Erry.

Dia menambahkan, diharapkan sinergitas Pertamina dan BNN dalam sosialisasi bahaya narkoba dapat mencegah makin meluas dan masifnya penyalahgunaan narkoba yang akan mengacam generasi penerus bangsa.

“Sinergi ini diawali dengan sosialisasi. Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan (tes urine) terhadap manajemen terlebih dahulu dimulai pada level paling bawah,” cetus Erry.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala BNNP Sumut Brigjen Andi Loedianto yang sekaligus menjadi narasumber.

Brigjen Andi Loedianto mengatakan, sinergi yang dilakukan Pertamina dengan pihaknya karena melihat pengalaman sebelumnya di tempat lain. Dimana cukup banyak sopir pengangkut BBM Pertamina yang positif zat adiktif setelah dilakukan tes urine. Oleh karena itu, tidak diinginkan lagi terdapat supir-supir Pertamina yang memakai narkoba, sehingga dilakukan sinergi kepada BNN dalam upaya pencegahan.

“Tren pengguna narkoba terus meningkat, tak terkecuali usia muda. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan jika tidak dicegah sejak dini. Oleh sebab itu, kerja sama dan sinergitas sangat diperlukan antar unsur di masyarakat, dari instansi pemerintah, BUMN, serta instansi terkait lainnya yang secara serentak mengkampanyekan kebijakan anti narkoba,” kata Andi Loedianto.

Andi menerangkan, bila pegawai Pertamina banyak yang terkena narkoba, tentunya sangat membahayakan. Dampaknya pun sangat besar terhadap sektor bisnis terutama pasokan BBM di Sumut.

“Kita harapkan nantinya ke depan, Pertamina sudah bisa menyelesaikan permasalahan terkait narkoba secara mandiri,” ujarnya.

Ia juga tak henti-hentinya mengimbau, kepada masyarakat untuk ikut bekerjsama dalam memberantas peredaran narkoba. “Masyarakat kita ini masih takut-takut untuk melaporkan, padahal jika menutupi bisa dikenakan sanksi hukum,” pungkasnya. aristo

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here