SPM Projo menyerahkan pernyataan sikapnya mendukung rumah murah program Presiden Jokowi yang diterima kuasa hukum PTPN2 Sastra SH/yan

Onlinesumut-Deliserdang : Dukungan terhadap proyek pembangunan rumah murah yang menjadi program Presiden Joko Widodo di atas lahan PTPN2 di kawasan Kebun Bekala, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang terus mengalir.

Setelah sebelumnya dukungan disampaikan pihak Merga Silima, Selasa (8/8/2017), giliran Serikat Pekerja Merdeka (SPM) Projo mendatangi kantor PTPN2 Bekala.

Dalam pertanyaan sikapnya yang diserahkan kepada Sastra SH selaku kuasa hukum PTPN2, SPM Projo menyatakan mendukung sepenuhnya sinergi BUMN antara PTPN2 dengan Perum Perumnas dalam hal ini telah menghunjuk PT Nusa Dua Bekala sebagai pengelola aset ( Developer Management) dan PT Propernas Nusa Dua sebagai perusahaan properti (developer management) sebagai perusahaan patungan untuk program pembangunan perumahan di wilayah Bekala yanh dipetuntukkan bagi karyawan dan pensiunan PTPN2 serta masyarakat menengah ke bawah.

“Perlu dijelaskan bahwa keberadaan Kebun Bekala PTPN2 sebelum bergabung denban Kebun Bulu Cina sudah ada sejak tahun 1971 dengan konstatering No 80/PPT/B tanggal 16 september 1971 yang bebas dari pendudukan rakyat yang kala itu bernama perusahaan hingga akhirnya menjadi PTPN2, Kebun Bekala tetap dalam pengelolaan PTPN2 Tanjungmorawa seluas 854,26 hektar dengan sertifikat HGU No 171/Simalingkar yang berakhir haknya sampai tahun 2034” ungkap Wakil Ketua SPM Projo Jumadi Matanari lewat pernyataan sikapnya.

Dengan fakta itu, lewat pernyataan sikapnya, SPM Projo secara tegas menolak adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab memprovokasi sekelompok masyarakat untuk menduduki dan menguasai lahan HGU No 171/Simalingkar seluas 854,26 Ha tersebut.

Projo juga mendesak aparat penegak hukum segera menangkap provokator untuk menghindari terjadinya benturan antar kelompok masyarakat dengan pihak PTPN2.

Sementara, kuasa hukum PTPN2 Sastra SH dalam keterangannya mengakui bahwa kedatangan perwakilan SPM Projo ke PTPN2 Bekala untuk menyampaikan pernyataan sikap yang intinya adalah mendukung program ini.

“Tentu kita sangat mengapresiasi hal ini. Tapi perlu diingat, sejak awal PTPN2 tidak pernah masuk dalam ranah dukung mendukung terhadap pihak-pihak yang mendukung ataupun yang kontra. Kita hanya bekerja sesuai dasar hukum yang ada. Sebagai perusahaan BUMN, perspektifnya tentu menggunakan perspektif negara. Kereba itu, PTPN2 selalu menyikapi sesuatu hal dengan positif baik yang mendukung atau kontra” terang Sastra.

Menurutnya, hal itu karena pembangunan ini murni untuk kepentingan bersama.

“Bukan kepentingan PTPN2 semata atau kepentingan Perum Perumnas. Karena ini juga untuk kepentingan masyarakat di Pancur Batu ini, khususnya untuk warga 3 desa yang berkaitan langsung di atas lahan ini yakni warga desa Simalingkar A, Namo Bintang dan Durin Tonggal” ungkanya.

Perlu diketahui, lanjutnya, lahan yang masuk dalam HGU 171 Simalingkar ini tidak dalam sengketa ataupun konflik. Tapi sah milik PTPN2 sesuai dengan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) yang ada. Karena itu, apapun yang dilakukan pihak PTPN2 di atas lahan itu, itu karena memang itu termasuk dalam aset perusaahaan milik negara itu

“Selama ini banyak isu miring yang beredar diluar, termasuk tuduhan adanya arogansi perusahaan terhadap harta benda milik rakyat yang mengaku sebagai pemilik lahan. Perlu saya luruskan bahwa itu tidak benar. Sebenarnya yang dirobohkan itu adalah eks poliklinik PTPN2, begitu juga ada isu perobohan jambur. Sebenarnya itu adalah balai karyawan yang notabene merupakan aset perusahaan. Begitu juga menyangkut isu penghancuran rumah ibadah seperti Kuil, Masjid atau gereja, itu sama sekali tidak benar. Kita sudah cek ke lapangan dan menanyakan langsung ke masyarakat” tegasnya.

Sebagai solusi untuk menuntaskan konflik ini, Sastra mengaku pihaknya sudah memiliki skema bagi masyarakat yang sudah terlanjur menggarap di atas lahan HGU.

“Bagi masyarakat yang memiliki itikad baik untuk mendukung program ini, akan kita buatkan berita acara berisikan aset mereka yang terkena dampak program ini. Jadi akan kita hitung ganti ruginya. Satu lagi bagi penggarap yang beritikad baik mendukung program ini, juga ada prioritas untuk mendapatkan rumah. Ini sebagai apresiasi kita atas dukungan dan kooperatifnya masyarakat”

Sastra juga mengungkapkan, proses pembangunan rumah murah ini akan dimulai akhir tahun ini atau selambat-lambatnya awal tahun 2018. Yan

ID:2633 Responsif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here