Ilustrasi

Onlinesumut-Medan : Meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung yang disertai dengan sebaran abu vulkanik ke berbagai kawasan dalam beberapa hari terakhir, mulai berdampak luas. Salahsatunya mulai memicu kenaikan harga cabe di beberapa pasar tradisional di Kota Medan.

Harga cabe merah di Pasar Petisah Medan misalnya. Dari harga Rp 18 ribu perkilogram mengalami kenaikan menjadi Rp 30 ribu perkilogramnya. Sementara itu, harga cabe ijo yang biasanya Rp 10 ribu perkilogramnya sekarang merangkak naik hingga dikisaran Rp 20 ribu perkilogramnya.

“Sudah hampir lima hari ini harga cabe naik drastis,” ujar Pedagang Cabe di Pasar Petisah Medan bernama Nur Cahaya kepada Onlinesumut, Selasa (8/8/2017).

Nur menjelaskan bahwa, kenaikan harga cabe dipengaruhi oleh aktivitas Gunung Sinabung yang terus mengeluarkan abu vulkaniknya dalam skala lebih besar dari biasanya.

“Karena Sinabung ini sangat berpengaruh sekali dengan harga cabe. Banyak cabe yang rusak karena abu Sinabung,” jelasnya.

Selain harga cabe merah dan cabe ijo, Nur menambahkan harga cabe rawit juga mengalami kenaikan. Dari harga Rp 10 ribu perkilogram, sekarang naik menjadi Rp 25 ribu perkilogramnya.

“Semua harga cabe naik. Terutama cabe dari gunung. Untungnya ada cabe dari kampung yang masuk seperti dari Langkat dan cabe itulah yang menutupi cabe dari gunung atau dari Karo,” paparnya.

Kenaikan harga cabe tersebut juga terjadi di Pasar Bakti Medan. Dimana harga cabe merah yang biasa dijual Rp 15-18 ribu perkilogramnya, sekarang dijual dikisaran Rp 20-22 ribu perkilogramnya. Begitu juga harga cabe ijo yang sebelumnya dijual Rp 12-13 ribu perkilogramnya, sekarang dijual dikisaran Rp 21-22 ribu perkilogramnya. Sedangkan harga cabe rawit dijual dikisaran Rp 25-26 ribu perkilogramnya. Aristo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here