Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM), dr Nurna Fauziah MKes menegaskanbahwasanya kondisi Elma Lumbantoruan (39), pasien ameloblastoma (benjolan di dagu) sebetulnya sudah lebih baik bila dibandingkan dengan keadaannya ketika berobat pertama kali ke rumah sakit milik Kemenkes tersebut, Rabu (19/07/2017).
“Kita dapat informasi dari Kepala Instalasi Rawat Jalan, bahwa KU (Keadaan Umum) pasien saat datang itu lebih jelek. Bahkan fisiknya kurang bagus dan agak bau,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari perawat yang sering merawat pasien, saat ini pasien asal Lumban Dano Dusun I, Siborong-borong, Kabupaten Tarutung Utara ini memang sudah lebih baik meskipun kondisi mulutnya bernanah. Pasien juga sudah diganti selang makan atau nasogastrictube (NGT) dan pembersihan mulut.
“Saya lihat dari foto yang dikirim perawat juga sudah lebih baik dari kondisi awal. Kemarin pasien datang hanya untuk pergantian NHT. Untuk jadwal selanjutnya dan kaitannya dengan operasi lanjutan bisa menghubungi dokter yang bersangkutan,” terangnya.
Akan tetapi, berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan, kondisi Elma terlihat sangat buruk. Bahkan sebelumnya, suami pasien, Hiras Nababan (31) didampingi pegawai RSUPHAM, Lidia br Ginting (54), Selasa (18/07/2017) mengakui, saat pertama kali berobat ke RSUPHAM, pasien masih bisa berbicara dan makan dengan normal.
Selanjutnya, sejak kedatangan pasien pertama kali ke RSUPHAM, hampir dua bulan ia menunggu untuk operasi pertama. Usai operasi, Elma tidak bisa makan dengan normal menggunakan mulut sampai sekarang, melainkan dibantu NGT, serta mulutnya terus ternganga, berair, mengeluarkan nanah serta bau tidak sedap.
Kini, Elma ditemani suaminya terus menjalani pengobatan rawat jalan di poliklinik onkologi. Begitupun, belum ada kepastian dari dokter untuk jadwal operasi selanjutnya dan pembersihan nanah dari mulut pasien.(BS07)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here